Mobil Brimob Tertabrak KA Bandara di Pelintasan Tanpa Penjagaan
Mobil dinas Brimob dan KA Bandara mengalami kecelakaan di Sedayu, Bantul. Polda DIY memastikan tidak ada korban maupun gangguan operasional.
Tim Peneliti UGM menggunakan alat georadar untuk untuk mengecek lapisan tanah, objek terpendam maupun retakan di bawah rumah warga pada Senin (8/6/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Misteri kemunculan api di rumah warga Seyegan, Sleman, memasuki babak baru. Tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kini memperdalam analisis menggunakan teknologi georadar untuk mengungkap kemungkinan adanya gas di dalam retakan tanah yang diduga menjadi pemicu fenomena tersebut.
Penelitian dilakukan oleh Laboratorium Geofisika Eksplorasi, Departemen Teknik Geologi UGM, yang sebelumnya telah memetakan sejumlah retakan di area rumah warga. Temuan awal ini menjadi fokus utama analisis lanjutan guna memastikan apakah retakan tersebut mengandung gas atau hanya rekahan biasa.
Peneliti UGM, Saptono Budi Samodra, menjelaskan bahwa tim kini mengkaji variasi kecepatan gelombang radar untuk mengidentifikasi kandungan di dalam retakan. Menurutnya, perubahan kecepatan gelombang menjadi indikator penting dalam mendeteksi keberadaan gas.
“Kalau ada penurunan kecepatan gelombang radar di area retakan, ada kemungkinan terdapat gas di dalamnya. Namun jika tidak ada perubahan, maka retakan tersebut kemungkinan tidak berbahaya,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Ia menambahkan, analisis yang dilakukan saat ini jauh lebih detail dibandingkan pengamatan awal. Data yang telah direkam melalui georadar akan diolah secara teliti untuk melihat pola dan variasi kecepatan gelombang di bawah permukaan tanah.
Sementara itu, fenomena api misterius di lokasi tersebut masih terus terjadi. Hingga hari ke-18 sejak pertama kali muncul, tercatat sudah 118 kali kemunculan api di berbagai titik di dalam rumah warga.
Penghuni rumah, Mutfiana, mengungkapkan bahwa intensitas kemunculan api belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan dalam rentang waktu dini hari saja, api bisa muncul beberapa kali.
“Dari tengah malam sampai menjelang subuh tadi sudah tiga kali muncul,” katanya.
Fenomena ini pun memicu perhatian luas masyarakat dan menjadi fokus penelitian ilmiah untuk memastikan penyebab pastinya. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan adanya gas yang terperangkap di dalam tanah, namun kepastian ilmiah masih menunggu hasil analisis lanjutan dari tim UGM.
Jika terbukti terdapat kandungan gas, maka langkah mitigasi akan segera disusun untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi penghuni rumah dan lingkungan sekitar. Sebaliknya, jika hanya retakan biasa, maka fenomena ini kemungkinan memiliki penjelasan lain yang masih perlu ditelusuri.
Pointer Penting:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mobil dinas Brimob dan KA Bandara mengalami kecelakaan di Sedayu, Bantul. Polda DIY memastikan tidak ada korban maupun gangguan operasional.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 27 Juli 2026 untuk layanan reguler dan Xpress dari Tugu Jogja dan Bandara YIA.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja hari ini dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB hingga Stasiun Tugu Yogyakarta.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.