Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Wisatawan memadati Pantai Parangtritis, Sabtu (16/6/2018). /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Pariwisata Bantul mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran sampai H+8 ini mencapai 291.341 orang. Jumlah kunjungan wisatawan yang terhitung 1-13 Juni 2019 menurun jika dibandingkan kunjungan wisatawan pada liburan lebaran tahun lalu.
“Kalau dibandingkan dengan liburan Lebaran tahun lalu jumlah wisatawannya memang menurun sedikit tapi pendapatannya meningkat karena ada kenaikan retribusi,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, saat dihubungi Jumat (14/6/2019).
Jumlah kunjunan wisatawan pada libur Lebaran Idulfitri 2018 mencapai 323.848 orang yang terhitung hanya sembilan hari sejak 14-23 Juni 2018. Jumlah tersebutpun melebihi dari target sebanyak 300.000 orang wisatawan.
Menurut Kwintarto penurunan jumlah kunjungan wisatwan tersebut dikarenakan libur Lebaran tahun ini tidak bertepatan dengan liburan sekolah. Berbeda dengan tahun lalu yang hampir bersamaan dengan libur sekolah sehingga banyak pemudik atau masyarakat yang berlibur bersama keluarga termasuk anak-anak sekolah.
Sementara tahun ini setelah libur dan cuti Lebaran selesai, sebagian anak-anak sekolah sudah masuk sekolah dan baru akan libur pada Juli mendatang. Ia meyakini jumlah kunjungan wisatawan akan kembali membeludak pada Juli mendatang bersamaan dengan liburan sekolah. “Juli pasti meningkat lagi,” kata Kwintarto.
Kwintarto menegaskan angka kunjungan wisatawan yang tercatat selama liburan Lebaran tersebut merupakan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata seperti Parangtritis dan sekitarnya, Samas, Goa Cemara, Pandansimo, Kuwaru, Goa Selarong, dan Goa Cerme. Belum termasuk objek wisata yang dikelola masyarakat dan instansi lain seperti di kawasan Mangunan dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.