Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Lambang PDIP/Dok
Harianjogja.com, BANTUL—Pemilihan kepala daerah ([pilkada) Bantul masih setahun lebih, tetapi sejumlah partai politik mulai ancang-ancang membangun koalisi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), salah satunya. Meski sebagai pemenang pemilu di Bantul, PDIP tetap membuka diri untuk membangun koalisi.
“Tentu dalam membangun Bantul kami juga ingin sama-sama dengan partai lain,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Bantul, Aryunadi saat dihubungi Sabtu (15/6/2019).
Jika merujuk pada hasil pemilu 2019 April lalu, PDIP mengantongi 11 kursi. Berdasarkan perolehan tersebut, PDIP bisa mengusung sendiri paket kandidat calon bupati dan wakil bupati Bantul dalam Pemilu 2020. Aryunadi mengatakan saat ini partainya juga sudah membangun komunikasi dengan beberapa partai, tetapi ia enggan menyebutkan partai mana saja yang kemungkinan besar bisa diajak koalisi.
Meski koalisi, partai berlambang moncong putih ini tetap menginginkan calon bupatinya dari kader PDIP, “Sebagai partai pemenang pemilu ya wajar [menginginkan calon bupati dari PDIP],” kata Aryunadi.
Disinggung soal calonnya, pria yang terpilih menjadi anggota DPRD Bantul periode 2019-2024 ini belum bisa menyebutkannya. Ia mengatakan untuk menentukan calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung butuh proses mekanisme yang panjang. Pihaknya nanti akan membuka pendaftaran melalui penjaringan.
Nama-nama hasil penjaringan tersebut akan digodok kembali di internal partai untuk kemudian diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP untuk dimintakan rekomendasi. Soal nama Hanung Raharjo, Aryunadi mengaku belum memabahasnya dan menunggu mekanisme partai.
Namun demikian DPC PDIP mengapresiasi banyak kader partai potensial untuk dicalonkan. Nama Hanung Raharjo digadang-gadang oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Imogiri, Dlingo, dan Pleret untuk maju di 2020 mendatang. Sementara Hanung Raharjo mengapreasiasi kepada kader dan masyarakat yang mendukungnya untuk mencalonkan diri pada Pilkada 2020. Namun ia menegaskan dirinya sebagai petugas partai yang terikat dengan aturan main partai dan harus siap ditempatkan dimanapun jika partai yang memerintahkannya.
“Dukungan ke saya terima kasih tetapi kami taat dan tunduk pada aturan partai. Kami ikut perintah partai,” kata Hanung. “Kalau partai memerintahkan saya, tidak ada masalah dan harus siap,” ucap Hanung.
Hanung Raharjo merupakan wakil ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) di DPC PDIP Bantul. Ia juga kini menjabat sebagai ketua DPRD Bantul periode 2014-2019. Saat ini ia kembali terpilih menjadi anggota DPRD Bantul peroode 2019-2024 untuk periode ketiga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
KPK menyita dolar AS, dolar Singapura, dan perhiasan diduga emas saat menggeledah Kanwil BPN Jatim terkait dugaan korupsi.
Gunung Semeru erupsi empat kali pada Minggu, dengan letusan tertinggi mencapai 1.300 meter. Status masih Level III atau Siaga.
Revitalisasi 71.744 sekolah ditargetkan pada 2027 dengan prioritas sekolah terdampak bencana, rusak berat, dan daerah 3T.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Minggu 27 September 2026 naik. Cek harga jual dan buyback berbagai ukuran.