Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
GUNUNGKIDUL—Istanti, 30, warga Dusun Nglengkong, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Yordania menghilang. Sejak 2006 silam hingga kini keberadaannya tidak diketahui.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Dwi Warno Widinugroho, Kamis (25/4), mengatakan, Keduataan Besar Republik Indonesia di Yordania dan Kementerian Luar Negeri Yordania masih berupaya mencari Istanti.
Kabar hilangnya Istanti diperoleh dari Kementerian Luar Negeri Yordania setelah mendapatkan laporan dari bank lokal di Yordania. Bank tersebut menyatakan nasabah atas nama Istanti sudah lama tidak melakukan transaksi.
Setelah ditelusuri sampai ke lokasi kerja, Istanti ternyata sudah pindah kerja. Majikannya pun tidak diketahui.
“Setelah mendapatkan informasi dari Kedutaan Besar Indonesia di Yordania kami langsung melacak keluarga Istanti,” papar Dwi
Menurut Dwi, dari keterangan pihak keluarga, Istanti pergi Yordania tidak melalui jalur yang resmi melainkan melalui salah satu jasa pengiriman TKI di Jakarta.
Istanti, pergi ke Yordania sejak 2006 lalu lewat jasa pengiriman TKI di Jakarta. Pada tahun yang sama, kata Dwi, ada keterangan dari lokasi dia bekerja yang menyebutkan Istanti sempat pulang ke Indonesia. Namun tidak pulang ke rumah orangtuanya di Gedangsari.
Namun demikian, Dwi mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan Istanti. Dwi juga meminta keluarga kooperatif memberikan berbagai keterangan demi memudahkan pencarian.
Dwi mengharapkan kepada masyarakat yang hendak pergi ke luar negeri agar melalui jalur yang resmi di supaya mudah terpantau. Sementara, Camat Gedangsari Marwoto mengatakan pihaknya bersama petugas dari Dinsosnakertrans sudah mendatangi kediaman Istanti.
Namun mereka tidak memperoleh keterangan yang banyak karena Istanti pergi tanpa tidak pamit kepada orangtuanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
BMKG menegaskan tangkapan layar akun @infobmkg yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa dan memicu kesalahpahaman.
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Penumpang KA Bandara YIA PSO mencapai 1,23 juta orang hingga Agustus 2026, naik 2,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.