Advertisement

Gunungkidul Waspadai Penimbunan BBM

Jum'at, 26 April 2013 - 04:45 WIB
Maya Herawati
Gunungkidul Waspadai Penimbunan BBM

Advertisement

[caption id="attachment_400464" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=400464" rel="attachment wp-att-400464">http://images.harianjogja.com/2013/04/bensin-premium-ilustrasi-Bisnis-Indonesia-Andi-Rambe6-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> Foto Ilustrasi Pembeli Bensin
JIBI/Bisnis Indonesia/Andi Rambe[/caption]

GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi ESDM (Disperindagkop ESDM) Gunungkidul mulai pasang ancang-ancang untuk mengantisipasi kemungkinan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) akibat rencana kenaikan harga. Mereka mengawasi penjual bensin eceran untuk menghindari kemungkinan itu.

Advertisement

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Energi Sumber Daya Mineral Gunungkidul Pramudji Ruswandono, Rabu (24/4), mengatakan selama ini terus mengawasi pedagang bensin eceran. Menurutnya pengawasan dilakukan dengan menentukan batas maksimal pembelian bensin untuk pedagang eceran.

Pramuji menjelaskan, sesuai peraturan, pedagang eceran dibatasi membeli bahan bakar sebanyak 20 liter per hari. Berdasarkan peraturan itu, hingga kini pihaknya belum menemukan indikasi pelanggaran yang dilakukan pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) atau pedagang eceran.

“Semua aman dan terkendali. Kenaikan harga itu baru isu sehingga tidak terlalu mempengaruhi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, pengawasan terhadap kemungkinan upaya penimbunan juga dilakukan Polres Gunungkidul. Polres Gunungkidul. Polisi menyebarkan anggotanya di delapan SPBU yang ada di Gunungkidul untuk melakukan pengamanan.

Kapolres Gunungkidul AKBP Ihsan Amin mengatakan, pihaknya akan menurunkan setidaknya dua personel di masing-masing SPBU untuk tindakan pengamanan.

Selain itu, Ihsan juga mengatakan pihaknya terus menelusuri berbagai kemungkinan upaya penimbunan. Dia mengatakan, tindakan pengamanan diperlukan agar tak ada kekacauan akibat isu kenaikan harga bahan bakar minyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Mendaku Gantikan Twitter, Elaelo Kini Justru Kena Suspend

News
| Senin, 17 Juni 2024, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Mantap, Hidupkan Laguna Pengklik, Pemuda di Srigading Bikin Wisata Kano

Wisata
| Minggu, 16 Juni 2024, 20:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement