Jadwal DAMRI YIA-Jogja Hari Ini 21 September 2026, Masih Tarif Promo Rp50.000
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini 21 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan, dan tarif promo Rp50.000.
SLEMAN—Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja gagal mendatangkan peneliti Sangiran untuk meneliti fosil yang diduga sebagai tulang binatang purba yang ditemukan di Kali Opak di dekat hunian tetap (Huntap) Pagerjurang, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.
Kasi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan, BPCB Jogja, Wahyu Astuti mengatakan, pihaknya menggunakan dua peneliti yang juga ahli arkeologi dari internal BPCB serta arkeolog dari UGM untuk meneliti temuan fosil.
"Awalnya mau menggunakan peneliti sana [Sangiran], tetapi prosesnya lama karena harus menggunakan surat dan sebagainya," terangnya saat dihubungi Harian Jogja, Kamis (9/5).
Tulang yang diduga fosil binatang purba di temukan di Kali Opak beberapa waktu lalu, oleh seorang penghuni Huntap Pagerjurang, Desa Kepuharjo, bernama Subur, 45. Dia menemukan fosil saat menebang pohon bambu di sekitar sungai. Fosil yang sudah menjadi batu itu berukuran panjang sekitar 50 cm dengan lebar 45 cm dengan ketebalan mencapai 20 cm.
Wahyu menambahkan pihaknya sudah mengamankan fosil tersebut beberapa hari setelah ditemukan. Meski demikian sampai saat ini belum bisa memastikan secara rinci biodata fosil tersebut, termasuk jenis hewan, umur dan juga bagian tubuh dalam anatomi makhluk hidupnya. Hanya saja berdasarkan bentuknya yang tebal, bisa dipastikan bahwa itu termasuk fosil hewan.
BPCB menjadwalkan Jumat (10/5) hari ini dua arkeolog akan memulai meneliti fosil temuan dengan menggunakan beberapa piranti seperti pendekatan literasi dan lainnya.
Jika dinilai secara materi, temuan di Cangkringan akan memiliki nilai sejarah yang tinggi jika terbukti secara ilmiah ada fosil zaman purba.
Pasalnya Cangkringan bukan termasuk wilayah yang biasa ditemukan fosil seperti Sangiran. Apresiasi dan penghargaan kepada Subur, penemu fosil akan diberikan setelah peneliti mampu memberikan data valid akan fosil tersebut.
Wahyu juga belum bisa memprediksi sampai berapa lama penelitian terhadap fosil tersebut bisa terselesaikan hingga mencapai kesimpulan. Karena tiap fosil memiliki tingkat kerumitan yang berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini 21 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan, dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.