Warga Karangkajen Tolak Pembangunan Hotel di Lingkungannya

Ilustrasi aksi massa (JIBI/Harian Jogja - Dok)
10 Juni 2013 17:29 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

[caption id="attachment_414430" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/10/warga-karangkajen-tolak-pembangunan-hotel-di-lingkungannya-414429/demo-ilustrasi-15" rel="attachment wp-att-414430">http://images.harianjogja.com/2013/06/demo-ilustrasi-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Ilustrasi.dok[/caption]

JOGJA-Puluhan warga Karangkajen, Jogja, menolak pembangunan hotel Bale Ningrat di kawasan tersebut. Mereka beralasan tak ingin budaya religius dan lingkungan mereka dicemari budaya hotel dan kafe.

Salah seorang warga Toto Jatmiko mengatakan, rencana pembangunan hotel di atas lahan seluas 6.000 meter di wilayah padat penduduk itu sangat meresahkan warga RW 13, Karangkajen.

"Penolakan ini didukung oleh seluruh warga. Sebab, hotel akan dibangun di lingkungan padat penduduk. Sesuai fungsi pengawasan, kami minta agar Komisi A melakukan chek ke Dinas terkait agar hotel itu tidak berdiri di Karangkajen," pintanya saat menemui Komisi A, Senin (10/6/2013).

Adapun Ketua RT 48/RW 13 Karangkajen, Ibnu Hidayat mengungkapkan terdapat 22 warga di dekat lokasi pembangunan hotel yang menyatakan menolak. Mereka khawatir ada pergeseran tatanan kehidupan sosial, agama dan budaya yang sudah mengakar di masyarakat.

Apalagi, sambungnya, kampung tersebut banyak ditemui benda cagar budaya dan masyarakat yang dikenal religius.

"Penolakan disampaikan oleh seluruh Ketua RW, tokoh masyarakat dari warga Muhammadiyah, Aisyiyah serta pengurus masjid dan musala di Karangkajen," terangnya.