IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
KULONPROGO- Para pengolah kopi dan teh tradisional di wilayah Pegunungan Menoreh kesulitan memenuhi permintaan pasar. Di sisi lain, peningkatan kualitas juga terkendala teknologi.
Koordinator Basis Produksi Serikat Tani Kulonprogo, Budi Suryadi, Selasa (11/6/2013) mengatakan selama ini pihaknya selalu mendorong agar para petani mengolah sendiri hasil perkebunan kopi dan teh untuk meningkatkan nilai jual.
Hasil bumi tersebut kemudian dijual ke Koperasi Hapsari, lalu dikemas dengan label Java Menoreh dan dipasarkan melalui jaringannya di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Jawa Tengah dan Jakarta.
"Setiap bulannya jumlah permintaan untuk kopi mencapai 10 ton dan teh lima ton. Tapi produksi kami masih jauh karena kami baru bisa memproduksi kopi dua ton dan teh setengah ton. Masih jauh dari harapan," ujar dia.
Rundiyah dari Koperasi Hapsari mengatakan, selain jumlah produksi yang belum bisa memenuhi permintaan.
Ia berharap Pemerintah Kabpaten Kulonprogo bisa turun tangan membantu pengolahan hasil perkebunan agar kualitas produk bisa lebih ditingkatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026