PENAMBANG MERAPI TEWAS: Pria Ini Tewas Saat Menambang Pasir & Batu di Sungai Gendol

12 Juni 2013 17:21 WIB Sunartono Sleman Share :

[caption id="attachment_415171" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/12/penambang-merapi-tewas-pria-ini-tewas-saat-menambang-pasir-batu-di-sungai-gendol-415167/tewas-20" rel="attachment wp-att-415171">http://images.harianjogja.com/2013/06/tewas1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Ilustrasi.dok[/caption]

SLEMAN-Wandiwiyono alias Ponimin, 60, warga Dusun Jambu, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, tewas saat menambang batu dan pasir di hulu sungai Gendol kawasan pos satu, Rabu (12/6/2013) siang. Korban tewas setelah tertimbun material tebing berketinggian 20-30 meter yang berisi batu dan pasir. Adapun lokasi kejadian berjarak sekitar 8 kilometer dari hulu sungai Gendol.
Awalnya korban menambang batu dan pasir bersama dengan dua rekannya Asih, 35, warga Jambu, Kepuharjo dan Salib, 45 asal Balong, Umbulharjo, Cangkringan Sleman. Sebelum kejadian nahas menimpa, korban bersama Salib dan Asih tengah menaikkan batu material hasil penambangan ke atas truk AB 8086 WK yang dikemudikan oleh Nuryanto, warga Sindet, Jetis, Bantul.
Sementara posisi truk saat itu berada di dalam sungai Gendol, tepatnya di samping tebing setinggi antara 20-30 meter. Diduga karena bagian bawah tebing terlalu banyak dikeruk untuk ditambang, longsor pun tak bisa terhindarkan. Alhasil, Wandiwiyono yang saat itu tepat berada di belakang truk pun tertimbun longsoran batu dan material pasir hingga tewas.
“Tebingnya antara 20 hingga 30 meter, dulu waktu sebelum erupsi malah lebih tinggi lagi dari itu. Korban tertimbun longsoran batu dan tanah padas,” kata Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto.