KENAIKAN HARGA BBM : Tarif Bus dan Paket Wisata Siap Naik

19 Juni 2013 12:39 WIB Jogja Share :

[caption id="attachment_417362" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/19/kenaikan-harga-bbm-tarif-bus-dan-paket-wisata-siap-naik-417361/malioboro-antara" rel="attachment wp-att-417362">http://images.harianjogja.com/2013/06/malioboro-ANTARA-370x283.jpg" alt="" width="370" height="283" /> Foto Ilustrasi Jalan Malioboro Jogja
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

JOGJA-Menghadapi kenaikan bahan bakar minyak Asosiasi Tour and Travel Indonesia (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Perusahaan Otobus (PO) pariwisata siap naikkan tarif paket tour.

Naiknya harga BBM dinilai akan berpengaruh besar pada iklim usaha para pemangku wisata di DIY.

Ketua ASITA DIY Edwin Ismedi Himna mengungkapkan kenaikan harga BBM memang tidak akan berpengaruh pada kunjungan. Tapi di sisi pendukung pariwisata yakni transportasi jelas akan berpengaruh cukup besar.

“Pengaruhnya tentu saja pada penyesuaian tarif. Apabila BBM harganya jadi naik, kami akan sesuaikan dengan tarif paket tour yang ada,” ujar Edwin saat dihubungi Harian Jogja, Selasa (18/6/2013).

Terutama bagi jasa transportasi pariwisata sepeti bus pariwisata. Paket wisata yang saat ini berlaku akan menyesuaikan tarif transportasi pariwisata, apabila kenaikan harga bahan bakarnya telah diputuskan.

Edwin mengatakan saat ini masih menunggu pengumunan resmi kenaikan tarif dari PO Bus pariwisata yang ada di DIY.

“Kami masih menunggu kepastian juga dari pemerintah. Kalau jadi naik, maka paket tournya akan menyesuaikan. Tergantung juga pada penawaran besaran tarif yang disampaikan nanti oleh para PO Bus, ” tandas Edwin.

Manager Operasional Djogja Transport Dimas Permana menambahkan kenaikan harga BBM akan mengerek kenaikan tarif bus pariwisata mencapai 20%.

Namun, angka kenaikan tersebut masih belum dapat dipastikan perkiraannya. Pemberlakukan tarif bus pariwisata yang baru, akan diumumkan minggu depan.

“Kalau sekarang memang belum naik, sambil menunggu kami juga masih menghitung berapa kenaikannya. Mungkin minggu depan sudah dapat kami sampaikan berapa tarif barunya,” papar Dimas.

Kenaikan harga BBM tidak akan terlalu berpengaruh pada naiknya tarif angkutan ini. Saat ini tarif normal bus pariwisata ini Rp1,8 juta untuk area dalam kota. Sedangkan untuk tarif bus pariwisata keluar kota berkisar antara Rp2 juta sampai Rp2,5 juta.

Dimas mengungkapkan kenaikan BBM ini justru akan berdampak besar pada harga onderdil serta sparepart otobus. Di mana kenaikan harga onderdil ini akan semakin menghimpit biaya operasional dari perusahaan penyedia transportasi masal ini.

“Susahnya pada onderdilnya juga, kalau dibebankan pada tarif akan membuat tarifnya jadi makin tinggi. Konsumen juga akan menawar,” imbuh Dimas.