BI Rate Naik Jadi 5,5 Persen, APPI: Calon Debitur Hadapi Bunga Tinggi
BI Rate naik menjadi 5,5%. APPI menilai dampak terbesar akan dirasakan nasabah baru yang mengajukan kredit karena bunga berpotensi meningkat.
JOGJA-Jelang pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), harga kebutuhan pokok sudah mendahului. Pantauan Harianjogja.com di Pasar Beringharjo Jogja, mendapati kenaikan sejumlah kebutuhan pokok.
"Sembako sudah mulai naik, terutama telur ayam sama minyak goreng. Tapi yang naiknya tajam telur ayam," ujar Yani, salah satu pedagang sembako di pasar Beringharjo, Jogja Kamis (20/6/2013).
Sejak pengumuman resmi bahan bakar minyak naik, harga sembako di pasar ini langsung mulai merangkak naik. Harga telur ayam pada awal bulan ini saja sudah menyentuh angka Rp17.000.
Yani mengaku sejak diumumkan akan naik beberapa hari yang lalu, telur mulai naik si harga Rp18.000 sampai Rp18.500 per kilogramnya.
"Sekarang mendekati harga BBM naik, harga telur naik tajam sampai Rp19.000," kata Yani.
Sementara pedagang sembako lainnya, Marni mengaku selain telur harga minyak sawit atau curah juga mulai naik.
Harganya mulai mencapai Rp9.500 per liternya. Sedangkan untuk gula dan tepung terigu, harga masih cenderung stabil.
"Gula pasir masih normal di kisaran Rp11.000 per kilogram. Sementara harga beras ada kenaikan, tetapi banyak," ujar Marni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BI Rate naik menjadi 5,5%. APPI menilai dampak terbesar akan dirasakan nasabah baru yang mengajukan kredit karena bunga berpotensi meningkat.
Sebanyak 800 personel Polres Sragen disiagakan untuk pengesahan PSHT Sura 2026. Warga diminta kurangi aktivitas malam hari.
Piala Dunia 2026 menghadirkan kisah unik delapan pasangan saudara, empat di antaranya membela timnas berbeda.
Program MBG di Sleman sudah menjangkau 179.877 penerima. Namun 35 SPPG berhenti beroperasi karena belum memenuhi standar IPAL.Terkendala Standar IPAL
Kenaikan harga Pertamax diprediksi dorong inflasi 2026 hingga 3,3 persen. Dampak terbesar terasa pada Juni hingga Agustus.
Pemkot Magelang kembali meraih opini WTP ke-10 dari BPK atas LKPD 2025. Bukti kuat tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.