Advertisement
Pemohon Membeludak, Pelayanan Kartu Kuning Online Lambat
Advertisement
[caption id="attachment_445023" align="alignleft" width="280"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=445023" rel="attachment wp-att-445023">http://images.harianjogja.com/2013/09/kartu-kuning-solopos1.jpg" alt="" width="280" height="216" /> Ilustrasi kartu kuning (JIBI/Harian Jogja/Solopos)[/caption]
Harianjogja.com, BANTUL – Pelayanan kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul membludag. Akibatnya, pelayanan secara online terganggu bahkan ngadat.
Advertisement
Permintaan kartu kuning atau AK1 di Bantul meningkat menyusul dibukanya lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dalam sehari pemohon mencapai 200 orang atau meningkat 400% dibanding hari biasa yang rata-rata hanya 50 pemohon.
Kepala Seksi Informasi dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertran Bantul Rina Dwi Kumaladewi mengatakan peningkatan pemohon menyebabkan layanan kartu kuning oline terganggu.
Sebenarnya dengan online, sangat memudahkan pemohon. Namun pengunjung website cukup banyak membuat jaringan online beroperasi secara lambat bahkan ngadat,” kata Rina, Kamis (5/9/2013).
Untuk memberikan layanan, Disnakertrans rencananya akan membuka layanan pada Sabtu besok jika peningkatan jumlah pemohon masih terus terjadi.
"Kami tidak ingin ada masyarakat yang sampai tidak terlayani jadi rencana Sabtu akan tetap buka manakala pemohon Jumat besok masih banyak,” tambah Rina sembari menyebut 60% dari pemohon berijazah sarjana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- Desakan Menguat Seusai Remaja Bantul Tewas Dikeroyok Geng Remaja
- Modus Izin Tinggal Investor Jadi Cara WNA Belama-lama di Indonesia
- Produksi Gabah Sleman Naik 21 Persen pada Awal 2026
- Terbukti Korupsi, Carik Bohol Terancam Dipecat Seusai Vonis Inkrah
- Remaja di Bantul Tewas Dikeroyok, Polisi Sebut Motif Balas Dendam
Advertisement
Advertisement




