Lonceng Peringatan Dua Dekade Gempa Jogja
Dua puluh tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk memulihkan sisa-sisa reruntuhan, mempercantik tata kota, dan menyembuhkan luka fisik
Harianjogja.com, BANTUL – Pelayanan kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul membludag. Akibatnya, pelayanan secara online terganggu bahkan ngadat.
Permintaan kartu kuning atau AK1 di Bantul meningkat menyusul dibukanya lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dalam sehari pemohon mencapai 200 orang atau meningkat 400% dibanding hari biasa yang rata-rata hanya 50 pemohon.
Kepala Seksi Informasi dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertran Bantul Rina Dwi Kumaladewi mengatakan peningkatan pemohon menyebabkan layanan kartu kuning oline terganggu.
Sebenarnya dengan online, sangat memudahkan pemohon. Namun pengunjung website cukup banyak membuat jaringan online beroperasi secara lambat bahkan ngadat,” kata Rina, Kamis (5/9/2013).
Untuk memberikan layanan, Disnakertrans rencananya akan membuka layanan pada Sabtu besok jika peningkatan jumlah pemohon masih terus terjadi.
"Kami tidak ingin ada masyarakat yang sampai tidak terlayani jadi rencana Sabtu akan tetap buka manakala pemohon Jumat besok masih banyak,” tambah Rina sembari menyebut 60% dari pemohon berijazah sarjana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua puluh tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk memulihkan sisa-sisa reruntuhan, mempercantik tata kota, dan menyembuhkan luka fisik
Serangan bersenjata di Bangsamoro Filipina menewaskan 4 orang. Polisi menduga motif terkait transaksi narkoba ilegal.
IHSG merosot hampir 5 persen dipicu sentimen global dan pelemahan rupiah. Investor beralih ke aset aman, ini analisis lengkapnya.
UPNVY gunakan geolistrik untuk mengungkap misteri api di Seyegan Sleman, diduga terkait kantong gas bawah tanah.
KPK tangkap Kepala Imigrasi Jakbar terkait izin tinggal WNA. Barang bukti dolar hingga emas turut disita dalam OTT.
DPR RI serahkan proses hukum eks Kepala BGN ke aparat, usai pencopotan oleh Presiden Prabowo dan penggeledahan Kejagung.