13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Harianjogja.com, BANTUL – Aksi mogok produksi para produsen tahu dan tempe di wilayah Bantul akhirnya dihentikan. Mereka mulai melakukan produksi lagi, Kamis (12/9/2013).
Ketua Paguyuban Perajin Tahu Ngudi Lestari Gunungsaren Desa Trimurti Kecamatan Srandakan, Kasmaini mengatakan
puluhan perjain tahu terbesar di Bantul ini sudah kembali memulai produksi tahu untuk suplai kebutuhan pasar di Bantul maupun DIY.
Muji Raharjo salah satu perajin tahu yang juga sudah memulai produksi kembali. Tiap hari dia memproduksi 1,5 kuintal untuk kebutuhan di Pasar Niten.
“Tapi yang jelas, harganya belum kembali normal. Untung kami benar-benar mepet,” keluh Muji dihubungi terpisah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Latsarmil KDMP telan 5 korban jiwa. Akademisi UGM minta evaluasi total karena dinilai tak relevan dengan tugas manajer koperasi.
Prabowo targetkan BUMN dipangkas jadi 250 perusahaan. Lebih dari 750 BUMN akan ditutup demi efisiensi dan transparansi.
Sejarah! 8 wakil Afrika lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Rekor baru, lampaui 2014 & 2022. Maroko, Kongo, & lainnya siap mengguncang fase gugur!
Messi cetak rekor 7 laga beruntun di Piala Dunia 2026 usai bawa Argentina menang 3-1 atas Yordania dan incar Sepatu Emas.
Penelitian mengungkap hubungan jumlah anak dengan penuaan biologis, namun stres, gaya hidup, dan dukungan sosial juga berperan besar.