Festival Layang-layang Sragen Sedot Ribuan Pengunjung
Festival Layang-layang Sragen di Gemolong menarik 60 pelayang dari Jawa dan Bali serta menyedot hingga 1.000 pengunjung.
Harianjogja.com, BANTUL – Aksi mogok produksi para produsen tahu dan tempe di wilayah Bantul akhirnya dihentikan. Mereka mulai melakukan produksi lagi, Kamis (12/9/2013).
Ketua Paguyuban Perajin Tahu Ngudi Lestari Gunungsaren Desa Trimurti Kecamatan Srandakan, Kasmaini mengatakan
puluhan perjain tahu terbesar di Bantul ini sudah kembali memulai produksi tahu untuk suplai kebutuhan pasar di Bantul maupun DIY.
Muji Raharjo salah satu perajin tahu yang juga sudah memulai produksi kembali. Tiap hari dia memproduksi 1,5 kuintal untuk kebutuhan di Pasar Niten.
“Tapi yang jelas, harganya belum kembali normal. Untung kami benar-benar mepet,” keluh Muji dihubungi terpisah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Layang-layang Sragen di Gemolong menarik 60 pelayang dari Jawa dan Bali serta menyedot hingga 1.000 pengunjung.
Desakan suporter PSIM menguat, namun renovasi Mandala Krida masih terkendala uji tanah standar FIFA dan proses regulasi.
Kejagung geledah kantor BGN di Jakarta usai pergantian pimpinan. Akses diperketat, penyidik Jampidsus turun tangan.
Balita 3 tahun di Pleret Bantul ditemukan terikat dan dilakban. Polisi selidiki dugaan KDRT, ibu disebut alami depresi.
OTT KPK di Imigrasi Jakarta Barat tangkap belasan orang. Ditjen Imigrasi pastikan layanan tetap berjalan normal.
Minum teh pagi atau sore ternyata beda manfaat. Simak penjelasan ahli soal waktu terbaik minum teh untuk kesehatan dan tidur.