Perampok Motor Gunungkidul Ditembak Kaki

15 September 2013 21:25 WIB Ujang Hasanudin Gunungkidul Share :

[caption id="attachment_447759" align="alignleft" width="500"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/15/perampok-motor-gunungkidul-ditembak-kaki-447750/perampok-motor-uja" rel="attachment wp-att-447759">http://images.harianjogja.com/2013/09/perampok-motor-uja-.jpg" alt="" width="500" height="333" /> Perampok motor yang ditembak kakinya dibawa ke kantor polisi. (JIBI/Harian Jogja/Ujang Hasanudin)[/caption]

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sebulan lebih menjadi buronan, Bambang Susilo, 23, warga Dusun Sengonkerep, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, diringkus polisi di tempat kerjanya di Wonogiri, Minggu (15/9/2013) petang. Polisi terpaksa menembak kaki kanan Bambang karena berusaha melarikan diri.

Bambang merupakan pelaku perampokan pasangan selingkuhannya pada 30 Juli lalu di jalan perbatasan Klaten-Gunungkidul, tepatnya Dusun Pondok, Desa Watugajah, Gedangsari.

“Pas lagi kerja kita ringkus,” kata Kanit Buru Sergap (Buser) Polres Gunungkidul Inspektur Polisi Satu (Iptu) Tri Markisno.

Menurut Tri, sepeda motor milik korban yang dirampok Bambang saat ini masih berada di daerah Banyumas Jawa Tengah karena digadaikan Bambang. “Sementara ini kita masih pemeriksaan pelaku,” ucap dia.

Sementara Bambang mengaku nekat merampok kekasih gelapnya tersebut karena kepepet masalah ekonomi. Dia mengakui selain merampas motor, dia juga merampas ponsel dan dompet milik kekasihnya.

Peristiwa perampokan itu terjadi pada 30 Juli 2013 sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu pelaku mencekik korban dengan tali tas milik korban Putri, 30, warga Klaten Kota, Klaten, Jawa Tengah.

Setelah mencekik, Bambang meninggalkan korban di hutan, kemudian membawa motor, dompet dan ponsel korban. “Saya tidak ada niat melukai,” ucap Bambang, sambil meringis kesakitan karena kaki kanannya tertembus timah panas.