Gunungkidul Pastikan Daging Kurban Aman, Temuan Cacing Hati Minim

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 28 Mei 2026 16:57 WIB
Gunungkidul Pastikan Daging Kurban Aman, Temuan Cacing Hati Minim

Sejumlah warga bersiap memotong hewan kurban di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Gunungkidul, Rabu (27/5/2026). DPP setempat menerjunkan ratusan petugas untuk memantau kondisi hewan kurban sebelum dikonsumsi masyarakat. Dokumentasi Istimewa

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Iduladha 2026 berlangsung aman dan terkendali. Dari hasil pemantauan sementara, temuan cacing hati pada hewan kurban di ribuan titik penyembelihan tercatat sangat minim bahkan nyaris tidak ditemukan.

Pengawasan ketat dilakukan selama proses penyembelihan hewan kurban dengan melibatkan ratusan petugas yang diterjunkan ke seluruh wilayah Gunungkidul. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kesehatan hewan, tetapi juga memastikan kualitas daging kurban memenuhi standar keamanan pangan.

Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan proses pemantauan dilakukan secara intensif selama empat hari pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Untuk mendukung pengawasan di lapangan, pihaknya turut menggandeng mahasiswa kedokteran hewan dari salah satu perguruan tinggi.

“Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan selama empat hari. Saat ini kami masih mengompilasi data. Secara umum temuan cacing hati relatif kecil atau hampir tidak ada di setiap titik,” kata Rismiyadi, Kamis (28/5/2026).

22.297 Hewan Kurban Dipotong di Gunungkidul

Pada hari pertama penyembelihan hewan kurban, Rabu (27/5/2026), tercatat ada 1.775 titik lokasi pemotongan hewan kurban yang tersebar di berbagai kapanewon di Gunungkidul.

Jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai 22.297 ekor, terdiri atas 3.278 ekor sapi, 17.256 ekor kambing, dan 1.763 ekor domba.

“Jumlah keseluruhan hewan kurban yang dipotong sebanyak 22.297 ekor,” ujarnya.

Untuk memastikan pengawasan berjalan optimal, DPP Gunungkidul menerjunkan sebanyak 220 petugas yang disebar ke 2.048 lokasi penyembelihan hewan kurban.

Pengawasan Daging Kurban Penuhi Standar ASUH

Rismiyadi menjelaskan pengawasan di lapangan tidak hanya menyasar potensi temuan cacing hati, tetapi juga memastikan perlakuan terhadap daging kurban sesuai standar ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal.

“Secara umum kami pastikan kondisi hewan kurban sehat dan telah memenuhi persyaratan. Kalau sudah disembelih parameter yang dicek adalah cacing hati dan memastikan perlakuan terhadap daging telah memenuhi standar daging ASUH,” katanya.

DPP Gunungkidul memastikan seluruh hewan kurban yang dipotong telah melalui pemeriksaan kesehatan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas daging yang dikonsumsi saat Iduladha.

Vaksinasi PMK Digencarkan Sejak Awal Tahun

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul, Retno Widyastuti, mengatakan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terus digencarkan sejak awal tahun sebagai langkah antisipasi menjelang Iduladha 2026.

“Untuk dosisnya saat ini sudah menyentuh 7.210 dosis,” kata Retno.

Ia memastikan hewan kurban asal Gunungkidul berada dalam kondisi aman karena telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dipotong maupun sebelum dikirim ke luar daerah.

Selain itu, seluruh ternak yang keluar dari Gunungkidul diwajibkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai jaminan kesehatan ternak. Menurut Retno, masyarakat tidak perlu ragu membeli hewan kurban asal Gunungkidul karena kondisi kesehatannya telah dipastikan sesuai prosedur pemeriksaan resmi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir jika membeli hewan kurban dari Gunungkidul. Ternak yang resmi keluar dari Gunungkidul, jadi kondisinya sudah bisa dipastikan kesehatannya,” ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online