Sudah Jadi Sejak Januari, KNMP Bantul Belum Beroperasi

Yosef Leon
Yosef Leon Rabu, 08 Juli 2026 10:37 WIB
Sudah Jadi Sejak Januari, KNMP Bantul Belum Beroperasi

Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Fasilitas penunjang nelayan senilai Rp22 miliar di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul, hingga kini belum bisa dimanfaatkan. Padahal, seluruh pembangunan fisik proyek tersebut telah rampung sejak awal 2026.

Tertundanya operasional kawasan ini disebabkan belum selesainya proses serah terima aset dari pemerintah pusat kepada pengelola lokal. Akibatnya, berbagai fasilitas yang seharusnya mendukung aktivitas nelayan masih terbengkalai dan belum memberikan manfaat nyata.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Istriyani, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima kepastian jadwal penyerahan aset dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Poncosari.

“Belum ada informasi terkait kapan penyerahan total aset dilakukan. Kami berharap proses ini bisa segera selesai agar fasilitas dapat dimanfaatkan,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Fasilitas Lengkap, Tapi Belum Bisa Dipakai

Secara fisik, kawasan KNMP Poncosari sebenarnya sudah siap digunakan sejak Januari 2026. Berbagai bangunan dan sarana penunjang telah berdiri lengkap dan tidak lagi dalam tahap konstruksi.

Namun, hingga kini pengelola belum memiliki kewenangan resmi untuk mengoperasikan fasilitas tersebut. Kondisi ini membuat seluruh sarana yang dibangun masih belum berfungsi.

Hal serupa disampaikan Lurah Poncosari, Supriyanto. Ia menyebut pemerintah kalurahan juga belum mendapatkan informasi pasti terkait jadwal serah terima maupun rencana pembukaan kawasan.

“Belum diserahterimakan dan belum tahu kapan dibuka. Secara fisik semua sudah selesai,” katanya.

Diharapkan Tekan Biaya Nelayan

Program Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari dirancang sebagai upaya memperkuat sektor perikanan tangkap di pesisir selatan Bantul. Kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas modern yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil tangkapan nelayan.

Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain cold storage, pabrik es portabel, shelter coolbox, kios perbekalan, bengkel nelayan untuk perawatan mesin kapal, fasilitas doking kapal, hingga gedung perkantoran pengelola.

Dengan adanya fasilitas tersebut, nelayan diharapkan dapat menjaga kesegaran ikan lebih lama sebelum dipasarkan, sehingga nilai jual hasil tangkapan bisa meningkat.

Selain itu, keberadaan pabrik es dan fasilitas penyimpanan juga diproyeksikan dapat menekan biaya operasional yang selama ini cukup besar, terutama untuk menjaga kualitas ikan setelah melaut.

Dampak Ekonomi Belum Terasa

Bagi nelayan pesisir Bantul, keberadaan KNMP Poncosari menjadi harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan. Namun, hingga kini manfaat tersebut belum dapat dirasakan karena operasional kawasan belum dimulai.

Tertundanya pemanfaatan fasilitas ini juga berdampak pada belum optimalnya perputaran ekonomi di sektor kelautan dan perikanan setempat.

Dengan nilai investasi mencapai Rp22 miliar, masyarakat berharap proses administrasi serah terima aset dapat segera diselesaikan agar fasilitas yang telah dibangun tidak hanya menjadi infrastruktur yang menganggur, tetapi benar-benar memberi dampak ekonomi bagi nelayan dan pelaku usaha di pesisir selatan Bantul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online