Pelanggar Lalu Lintas Ternyata Pembunuh

22 September 2013 00:03 WIB Sunartono Sleman Share :

[caption id="attachment_428247" align="alignleft" width="312"]http://images.solopos.com/2013/07/borgol-TANPA-TANGAN-reuters4.jpg">Foto Ilustrasi JIBI/Harian Jogja/Reuters http://images.solopos.com/2013/07/borgol-TANPA-TANGAN-reuters4.jpg" width="312" height="235" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Reuters[/caption]

Harianjogja.com, SLEMAN–Seorang pria tak dikenal yang diketahui bernama Didi, 30, ditemukan tewas mengenaskan di Sungai Mbedog, Pelemg Gurih, Desa Banyuraden, Gamping, Sleman, Sabtu (21/9/2013) pukul 17.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, di lokasi kejadian, mayat Didi ditemukan setelah Satlantas Polres Kulonprogo menangkap seorang pria bernama Riyanto, 30, karena melanggar lalulintas di Pos Polisi, Karangnongko, Wates, Sabtu sekitar pukul 09.30 WIB.

Riyanto yang agak mabuk minuman keras sempat melawan saat ditangkap polisi lalulintas. Dalam perkembangannya ketika diperiksa, Riyanto sempat mengaku usai membunuh di Gamping, Sleman.

Mendapatkan keterangan itu, Satreskrim Polres Kulonprogo langsung berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Sleman dan mengeler Riyanto.

Pria itu lantas menunjukkan sesosok mayat yang diketahui bernama Didi di pinggiran Sungai Mbedog, Pelemgurih, Gamping, Sleman. Riyanto mengakui Didi tewas karena dia bunuh.

Mayat berhasil dievakuasi sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung dibawa ke RS Sardjito.

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo AKP Akbar Bantilan di lokasi penemuan mayat mengatakan pembunuhan atas Didi berhasil diungkap setelah Riyanto terjaring Satlantas. Saat itu tersangka tidak menggunakan helm ketika melintas di pos polisi Karangnongko Wates Kulonprogo.

"Riyanto yang diduga terpengaruh minuman keras malah membantah dan mengajak bertengkar," terangnya, Sabtu malam.