Ikan di Pantai Depok Masih Andalkan Pasokan Luar Daerah

26 September 2013 13:20 WIB Bantul Share :

[caption id="attachment_337975" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2012/10/ikan-laut-medantalk.com_-370x225.jpg">Ilustrasi ikan laut (medantalk.com)http://images.harianjogja.com/2012/10/ikan-laut-medantalk.com_-370x225.jpg" width="370" height="225" /> Ilustrasi ikan laut (medantalk.com)[/caption]

Harianjogja.com, BANTUL—Kebutuhan Ikan untuk melayani pengunjung setiap akhir pekan di Pantai Depok mencapai satu ton. Kebutuhan itu belum mampu dipenuhui oleh nelayan lokal sehingga masih mengandalkan pasokan ikan dari luar daerah.

Darmi, anggota paguyuban rumah makan Pantai Depok mengatakan hasil tangkapan nelayan Pantai Depok sangat terbatas. Untuk itulah paguyuban, melalui koperasi harus mengandalkan ikan dari luar daerah.

“Kebutuhan satu ton ikan itu hanya di liburan akhir pekan. Itu pun boleh terbilang hanya untuk melayani pengunjung,” kataya ditemui Harian Jogja, belum lama ini.

Menurut dia, Pantai Depok menjadi ikon wisata kuliner hasil laut. Setidaknya ada 100 warung makan menyajikan menu makanan ikan laut untuk melayani ribuan pengunjung setiap libur akhir pekan.

Sedikitnya ada sekitar 800 warga Bantul menggantungkan hidup di pantai ini baik sebagai pedagang di pasar ikan, koperasi, maupun membuka usaha warung makan dan pedagang suvenir.

Pantai Depok berlokasi di Dusun Depok Desa Parangtritis Kecamatan Kretek menyajikan berbagai ragam menu sajian hasil laut seperti kakap, cumi, bawal, dan berbagai hasil laut lain. Namun sejak gelombang pasang dan abrasi pantai melanda, tingkat kunjungan wisata di pantai disebalah barat Parangkusumo ini terus menurun.