OPINI: Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Transformasi digital memperkuat layanan kebidanan melalui telehealth, rekam medis elektronik, dan edukasi digital untuk ibu dan anak.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 43 pelukis muda yang tergabung dalam kelompok Dasa Rupa menggelar pameran bertajuk Kebersamaan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), pada 29 September - 3 Oktober 2013.
Ini adalah pameran perdana bagi Dasa Rupa yang anggotanya merupakan mahasiswa Jurusan Seni Lukis Insitut Seni Indonesia (ISI) angkatan 2010.
Pameran ini juga menjadi ajang peserta untuk saling bertukar pengalaman. Maklum, beberapa di antara peserta Dasa Rupa sudah sering menggelar pameran di Jogja maupun diluar Jogja. Termasuk di luar negeri seperti Heru Widodo, Putra Pembayun, Andi Miswandi.
"Diharapkan yang muda bisa menimba ilmu dari yang senior. Begitu juga sebaliknya," kata Heru Widodo atau yang akrab disapa Dodot, Senin (30/9/2013).
Dalam pameran ini, peserta diberi kebebasan untuk mengirimkan karya tanpa dibatasi tema khusus. Karena itu, peserta saling berlomba-lomba untuk menyuguhkan karya terbaiknya.
Dodot misalnya menyuguhkan karya jumbo berukuran 3 X 2 meter. Karya yang ia beri judul Tak Terbaca itu merupakan karya paling besar di antara lukisan yang dipamerkan. Bahkan, Dodot mengklaim karya itu dibuat dengan waktu yang singkat.
"Saya hanya butuh tiga jam saja untuk membuat karya itu dan saya kumpulkan beberapa jam sebelum pameran dibuka," bebernya.
Karya tersebut hanya bergambar secarik kertas putih polos yang tampak kusut. Pada bagian atas kertas tampak robek. Dodot sengaja membuat karya itu polos dengan tidak memasukkan objek karena sengaja ingin mengajak pengunjung berimajinasi dengan khayalan mereka masing-masing.
Ketua pameran Dadang Kurnia mengungkapkan pameran ini merupakan kali pertama bagi mahasiswa seni Lukis angkatan 2010. Menurutnya, pameran ini menjadi langkah awal untuk memperkokoh hubungan antar mahasiswa.
"Kami tidak ingin berhenti di pameran ini saja. Setelah pameran ini berakhir, kami akan membuat proyek pameran baru," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transformasi digital memperkuat layanan kebidanan melalui telehealth, rekam medis elektronik, dan edukasi digital untuk ibu dan anak.
Demo warga Bantul menuntut dukuh Banyon dicopot setelah diduga melakukan pungli dan menggadaikan sertifikat tanah milik warga.
Bareskrim mengungkap fakta sindikat judi online Hayam Wuruk, melibatkan ratusan WNA, 15 perusahaan sponsor, dan keuntungan Rp1,69 triliun.
Praperadilan Roy Suryo menyoroti dugaan pelanggaran privasi saat penggeledahan dan penangkapan oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Harga minyak dunia kembali naik setelah ketegangan AS-Iran memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak mentah dari Timur Tengah.
Pendapatan Gunungkidul 2025 mencapai Rp2,067 triliun. PAD melampaui target, namun DPRD masih memberi sejumlah catatan untuk belanja dan infrastruktur.