New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Harianjogja.com-Maestro keroncong Waljinah memberikan kejutan kepada penikmat keroncong Jogja dengan tampil di pentas reguler keroncong bertajuk Rumah Keroncong Jogja di Panggung Seni Basiyo, Gedung XT Square, Rabu (21/11/2013) malam. Menyanyikan empat lagu ia bersedia tak dibayar.
Walau fisiknya kurang prima malam itu, Waljinah tidak lantas kehilangan pesonanya. Sepanjang bernyanyi, ia tidak henti-hentinya berdialog dengan penonton dan mengajak bercanda penonton.
Atas inisiatifnya sendiri, Waljinah tampil di pentas regular keroncong bertajuk Rumah Keroncong Jogja di Panggung Seni Basiyo, Gedung XT Square. Selain untuk menyapa penggemarnya, kedatangannya tersebut untuk memberikan semangat kepada musisi keroncong Jogja terutama yang tampil di Rumah Keroncong Jogja untuk terus berkarya dalam menghidupkan musik keroncong.
Bahkan, dalam penampilannya, Waljinah rela tidak dibayar sepeserpun. Semua itu semata dilakukan untuk mendukung musik keroncong. “Saya ingin memberikan semangat kepada adik-adik [musisi] yang tampil di sini [Rumah Keroncong Jogja],” katanya kepada sejumlah awak media sesaat sebelum naik keatas panggung.
Penampilan Waljinah Rabu malam kemarin sedikit berbeda dari biasanya, terutama pakaian yang dikenakan. Ia yang dalam setiap penampilannya sering terlihat menggunakan kebaya, kali ini ia tampak lebih santai dengan mengenakan gaun warna hitam dipadu dengan jilbab.
“Saya baru saja operasi, jadi perut itu belum boleh memakai stagen atau pakai pakai yang ketat,” katanya kepada penonton.
Tampil diiringi Orkes Keroncong Cahaya Hati dari Jogja, Waljinah naik keatas panggung pada pukul 20.30 WIB. Ia sempat meminta penonton untuk memakluminya jika suaranya tidak maksimal karena kondisinya yang masih belum sehat betul. Ia sendiri mengawali pentas dengan menyanyikan lagu Jangkring Genggong, disusul Ayo Ngguyu, dan Tanjung Perak.
Seusai menyanyikan tiga lagu itu, Waljinah semestinya menyudahi konser. Namun melihat antusasime penonton yang datang, di luar dugaan ia memberikan satu lagu bonus yakni lagu legendarisnya berjudul Walang Kekek.
Begitu lagu itu dinyanyikan, serentak seluruh penonton baik tua, muda, anak-anak menirukan lagu tersebut. Total empat lagu dibawakan.
Salah satu penonton asal Gondoman, Suwargito, mengaku penampilan Waljinah menjadi obat mujarab mengobati kerinduannya terhadap musik keroncong. “Walau cuma empat lagu nyanyinya lumayan buat obat kangen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 28 September 2026: suhu maksimum 33°C, udara kabur di Kota Jogja, Bantul, dan Kulonprogo. Cek rinciannya.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Senin 28 September 2026, lokasi layanan, jam operasional, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Cek jadwal SIM Sleman Senin 28 September 2026, lokasi pelayanan, jam buka, jenis layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.