Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Harianjogja.com-Maestro keroncong Waljinah memberikan kejutan kepada penikmat keroncong Jogja dengan tampil di pentas reguler keroncong bertajuk Rumah Keroncong Jogja di Panggung Seni Basiyo, Gedung XT Square, Rabu (21/11/2013) malam. Menyanyikan empat lagu ia bersedia tak dibayar.
Walau fisiknya kurang prima malam itu, Waljinah tidak lantas kehilangan pesonanya. Sepanjang bernyanyi, ia tidak henti-hentinya berdialog dengan penonton dan mengajak bercanda penonton.
Atas inisiatifnya sendiri, Waljinah tampil di pentas regular keroncong bertajuk Rumah Keroncong Jogja di Panggung Seni Basiyo, Gedung XT Square. Selain untuk menyapa penggemarnya, kedatangannya tersebut untuk memberikan semangat kepada musisi keroncong Jogja terutama yang tampil di Rumah Keroncong Jogja untuk terus berkarya dalam menghidupkan musik keroncong.
Bahkan, dalam penampilannya, Waljinah rela tidak dibayar sepeserpun. Semua itu semata dilakukan untuk mendukung musik keroncong. “Saya ingin memberikan semangat kepada adik-adik [musisi] yang tampil di sini [Rumah Keroncong Jogja],” katanya kepada sejumlah awak media sesaat sebelum naik keatas panggung.
Penampilan Waljinah Rabu malam kemarin sedikit berbeda dari biasanya, terutama pakaian yang dikenakan. Ia yang dalam setiap penampilannya sering terlihat menggunakan kebaya, kali ini ia tampak lebih santai dengan mengenakan gaun warna hitam dipadu dengan jilbab.
“Saya baru saja operasi, jadi perut itu belum boleh memakai stagen atau pakai pakai yang ketat,” katanya kepada penonton.
Tampil diiringi Orkes Keroncong Cahaya Hati dari Jogja, Waljinah naik keatas panggung pada pukul 20.30 WIB. Ia sempat meminta penonton untuk memakluminya jika suaranya tidak maksimal karena kondisinya yang masih belum sehat betul. Ia sendiri mengawali pentas dengan menyanyikan lagu Jangkring Genggong, disusul Ayo Ngguyu, dan Tanjung Perak.
Seusai menyanyikan tiga lagu itu, Waljinah semestinya menyudahi konser. Namun melihat antusasime penonton yang datang, di luar dugaan ia memberikan satu lagu bonus yakni lagu legendarisnya berjudul Walang Kekek.
Begitu lagu itu dinyanyikan, serentak seluruh penonton baik tua, muda, anak-anak menirukan lagu tersebut. Total empat lagu dibawakan.
Salah satu penonton asal Gondoman, Suwargito, mengaku penampilan Waljinah menjadi obat mujarab mengobati kerinduannya terhadap musik keroncong. “Walau cuma empat lagu nyanyinya lumayan buat obat kangen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Sejumlah siswa SR Terintegrasi 1 Kulonprogo mengalami homesick. Satu siswa resmi mundur, dua lainnya dalam proses pengunduran diri.
Menkum Supratman Andi Agtas menyebut Prabowo meminta pembahasan RUU Perampasan Aset segera dipercepat oleh DPR.
Kemantren Pakualaman masuk 10 besar kinerja perangkat daerah Kota Jogja dengan peringkat kesembilan dan terbaik di antara 14 kemantren.
KPK mendalami dugaan pemberian pihak swasta kepada Reza Maullana Maghribi, tersangka kasus suap proyek DJKA Kemenhub.
pesan “Daerah Kuat, Indonesia Berdaulat” yang disampaikan Ketua DPD RI sejalan dengan arah pembangunan nasional yang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah