Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Harianjogja.com, BANTUL–Pemungutan suara dilanjutkan perhitungan hasil pemilu Rabu (9/4/2014) tidak membuat waswas PDIP di Kabupaten Bantul. Pasalnya Bantul termasuk kandang banteng terbesar di DIY dan mereka optimistis menang Pemilu Legislatif meskipun perhitungan belum final.
Ketua DPC PDIP Bantul Aryunadi mengatakan, dari laporan sementara dari beberapa saksi di tempat pemungutan suara (TPS) di Bantul yang masuk tim Bappilu PDIP hasilnya unggul rata-rata mencapai 35%.
“Tidak khawatir. Tetap optimistis karena beberapa hasil TPS yang masuk DPC PDIP rata-rata semua menang. Suara PDIP mencapai rata-rata 35 persen,” katanya, Rabu (9/4/2014).
PDIP tetap akan setia menunggu hasil pemilu di 2.295 TPS di Bantul untuk mendapatkan hasil penghitungan suara cepat.
Namun, Aryunadi mengingatkan apabila PDIP unggul dari 11 parpol lain jajaran pengurus, kader dan simpatisan tidak boleh lengah karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan yakni pilpres yang harus dimenangkan Jokowi sesuai perintah DPP PDIP. “Tetap harus bekerja keras untuk kemenangan pilpres nanti,” ujar Aryunadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.