Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Harianjogja.com, SLEMAN- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) meminta masyarakat di lereng Gunung Merapi agar tetap beraitivitas seperti biasa, meski terjadi http://www.harianjogja.com/baca/2014/04/30/merapi-waspada-warga-lereng-merapi-diminta-siapkan-tas-siaga-505360" target="_blank">peningkatan status Gunung Merapi dari normal ke waspada.
"Warga masih bisa bekerja seperti biasa namun tetap waspada. Hindari bekerja di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Subandriyo, Rabu (30/4/2014).
BPPTKG menyatakan, tidak ada rumus yang pasti untuk memperkirakan waktu terjadinya letusan Gunung Merapi.
"Jika kenaikan status ini tidak diikuti dengan kejadian lain misalnya letusan, maka tidak apa-apa. Yang penting masyarakat sudah meningkatkan kewaspadaannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
HKTI menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkatkan gizi masyarakat, serap hasil petani, dan dorong ekonomi daerah.
Jadwal KRL Jogja-Solo 6 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, solusi transportasi cepat dan hemat.
BPOM pantau 263 ribu tautan kosmetik ilegal. Ribuan produk di-blacklist, mayoritas berasal dari luar negeri.
Delapan dapur MBG di Solo dihentikan sementara karena IPAL belum sesuai standar. Pemkot pastikan layanan tetap berjalan.
Kemenpar ungkap kota favorit turis asing di Indonesia. Dari Jakarta hingga Bromo, tren wisata 2026 terus meningkat.