Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Harianjogja.com, BANTUL-Ketenaran idola, seperti JKT48 trenyata tidak hanya diminati remaja putri, tetapi juga laki-laki. Perubahan ini menjadi gambaran gaya hidup penggemar yang tidak ingin ketinggalan zaman.
Fans JKT48, Alfian Hidayat, 21, mengaku sudah beberapa kali mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan JKT48. Ia mengatakan beberapa kali lolos undian untuk datang langsung ke Teater, sebuah gedung pertunjukan khusus JKT48, yang berada di FX Mall Jakarta. Selain itu Alfian juga empat kali datang ke konser yang digelar di Jogja.
Alfian mengatakan dirinya memiliki berbagai Swag, berupa adalah dua album photopack yang dikumpulkannya sejak JKT48 pertama kali terbentuk. Meski memiliki koleksi yang cukup banyak, Alfian memastikan dirinya tak pernah membeli foto secara satuan. Seluruh koleksinya didapatkan dengan membeli photopack tiap kali dirinya berkesempatan datang ke Teater JKT48. Ia pun mengaku tak pernah memaksakan membeli bila tak memiliki kelebihan uang di dompetnya.
“Belinya kalau pas ke sana saja dan saya juga ada yang masuk barang langka,” ujarnya sembari memamerkan koleksinya.
Sosiolog UGM, M. Najib Azca mengatakan fenomena budaya pop saat ini mempengaruhi kehidupan remaja sehingga mereka mengidolakan ikon-ikon dalam budaya yang tengah berkembang, salah satunya JKT48. Karena menjadi begitu tenarnya, gaya hidup fans kemudian berubah menjadi sebuah status. Seseorang bisa dianggap ketinggalan bila tidak mengidolakan sosok yang sama.
Hal ini pula yang dapat memicu para fans untuk berlomba menjadi fans yang lebih dibandingkan dengan yang lainnya. Salah satunya diwujudkan dengan banyaknya acara yang didatangi atau jumlah pernak-pernik yang dikoleksi.
Psikolog UGM, Rahmat Hidayat memiliki pandangannya sendiri. Ia menganggap ada fenomena menarik dalam fanatisme fans JKT48. Umumnya, dalam mengidolakan suatu sosok remaja lelaki cenderung akan mengarah pada sosok yang gagah dan heroik seperti sosok superhero. Namun dalam hal ini muncul keunikan ketika remaja laki-laki yang sebagian besar merupakan remaja awal dan remaja tengah justru mengidolakan sosok yang manis dan imut-imut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.