Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Ilustrasi perawatan pasien di rumah sakit (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Harianjogja.com, BANTUL—Rumah Sakit Daerah Panembahan Senopati (RSPS) Bantul sedikit bernafas lega. Klaim program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan jaminan persalinan (Jampersal) sebesar Rp25 miliar dalam waktu dekat akan dibayar pemerintah pusat.
Wakil Direktur RSPS Bantul Yulius Suharta mengatakan, sudah mendapatkan titik terang informasi piutang pemerintah pusat akan dipenuhi dalam waktu dekat setelah sebelumnya tidak mendapat kepastian.
"Informasi terakhir yang kami peroleh semua akan beres setelah APBN Perubahan disahkan nanti," ujar Yulius di sela-sela menghadiri Paripurna DPRD Bantul, Senin (16/6/2014).
Menurut Yulius, klaim kesehatan sebesar Rp25 miliar tersebut merupakan kewajiban pemerintah pusat di tahun 2013 atas klaim kesehatan masyarakat dan persalinan yang telah ditalangi RSPS terlebih dahulu. Tepatnya, sejak September sampai dengan Desember 2013.
Yulius mengaku sangat berharap pencairan tersebut bisa segera terrealisasi untuk mendukung operasionalisasi rumah sakit umum daerah di Bantul dalam kelancaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Meski tidak mengurai secara detil, RSPS Bantul tahun ini memiliki banyak kegiatan baik pemeliharaan sarana secara rutin hingga pembayaran jasa pelayan kesehatan tenaga medis perawat dan dokter.
"Ya semoga saja APBN Perubahan segera ada hasilnya. Karena informasi sampai pada kami tetap menunggu perubahan keuangan negara pada tengah tahun nanti," imbuh Wakil Direktur yang membidangi umum dan keuangan RSPS.
Anggota Komisi A DPRD Bantul Suratman mengatakan belum adanya pembayaran klaim kesehatan masyarakat perlu dilihat secara mendalam sudah mulai mengganggu pelayanan rumah sakit kepa masyarakat apa belum.
Menurut Suratman, jika sudah dirasa menghambat kegiatan dan menurunnya pelayanan pada masyarakat maka perlu segera ada langkah dan upaya konkret dilakukan pemerintah Bantul ke Pusat.
Adapun Ketua DPRD Bantul Tustiyani memandang perlu ada upaya aktif dilakukan pemerintah Bantul mempertanyakan kepastian tersebut secara terus menerus. "Manakala peran Dewan dibutuhkan kami siap untuk menjalin komunikasi dengan pusat," kata Tustiyani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.