Petugas Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Solo memasang alat di lengan para donor darah saat digelar penyumbangan darah massal di Griya Solopos, Jl Adisucipto 190, Solo, Jawa Tengah, Selasa (10/6/2014).. Hasil penyumbangan darah massal itu diharapkan mampu turut mencukupi stok kebutuhan darah menjelang bulan Ramadan. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, JOGJA-Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jogja mengajak anak muda untuk aktif mendonorkan darah usai tarawih di bulan ramadan. Langkah ini sebagai antisipasi kekurangan stok darah saat bulan puasa.
Harris Syarif Usman, sekretaris PMI kota Jogja mengatakan ajakan tersebut tidak hanya untuk umat muslim. Rencana kegiatan donor darah door to door diadakan di sejumlah masjid dan gereja. PMI Kota Jogja juga berharap pendonor darah berusia muda meningkat.
"Pada masjid, kami akan mintakan untuk melakukan pelaksanaan kegiatan donor darah usai sholat tarawih, sementara untuk di gereja-gereja, bisa dilakukan pada pagi hingga siang hari," ujar dia saat ditemui di sela-sela kegiatan donor darah di Balaikota, Selasa (17/6/2014).
Ia melanjutkan, pada saat ini, PMI Kota Jogja sedang mengalami kekurangan pendonor darah sukarela. Terutama dari kalangan anak muda. Adapun, lanjut Harris, potensi darah dari anak muda, khususnya usia SMA dan setara, amat baik, karena masih segar, ditambah fisik mereka yang masih kuat.
"Biasanya mereka juga kendalanya tidak bisa mendonor karena Hb [hemoglobin] yang rendah. Karena anak muda, kurang istirahat, suka begadang," imbuhnya.
Harris berharap, masyarakat semakin tergugah menjadi pendonor darah, khususnya anak muda. Apalagi, anak muda yang tinggal di asrama-asrama yang tersebar di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: