Advertisement
PILPRES 2014 : JSC Cemaskan Ancaman Intervensi Asing pada Pilpres
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Kemungkinan adanya intervensi asing pada pemilihan presiden (pilpres) mulai dikhawatirkan berbagai pihak. Salah satunya Jenderal Soedirman Center (JSC) yang bahkan sudah mengklaim memiliki bukti adanya intervensi asing kepada salah satu calon presiden.
Menurut Ketua Umum JSC, Bugiakso, intervensi asing dapat membuat Indonesia kembali dijajah kekuatan asing. Dia meminta masyarakat tidak menjual martabat bangsa dengan menggalang opini pers asing guna menekan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan mempengaruhi hasil pilpres. Pers asing dianggap tidak berimbang dalam memberitakan salah satu capres selama masa kampanye.
Advertisement
“Salah satunya yang muncul di Wall Street Journal oleh Duta Besar Amerika Serikat. Isinya cenderung mendiskreditkan pasangan tertentu,” kata Bugiakso, Sabtu (12/7/2014).
Dia lalu menambahkan hal itu merupakan bentuk pelanggaran kode etik diplomasi karena melakukan campur tangan dalam pilpres Republik Indonesia. Menteri Luar Negeri, Marty Natalagawa pun telah menegur Duta Besar Amerika Serikat. JSC yang beberapa waktu lalu memberikan dukungannnya kepada capres Prabowo Subianto tersebut menganggap pers asing berlebihan dalam mengangkat nama Joko Widodo.
“Ada suatu rekayasa menghalangi Prabowo dan melancarkan jalan bagi Jokowi,” ujar Bugiakso.
Dia memastikan pihaknya akan turut mengawal proses rekapitulasi suara oleh KPU hingga diumumkan pada 22 Juli mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- Desakan Menguat Seusai Remaja Bantul Tewas Dikeroyok Geng Remaja
- Modus Izin Tinggal Investor Jadi Cara WNA Belama-lama di Indonesia
- Produksi Gabah Sleman Naik 21 Persen pada Awal 2026
- Terbukti Korupsi, Carik Bohol Terancam Dipecat Seusai Vonis Inkrah
- Remaja di Bantul Tewas Dikeroyok, Polisi Sebut Motif Balas Dendam
Advertisement
Advertisement




