Ayah dan Anak Ikut Lari di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 Powered By Astra Financial
Benny dan Fayyadh, ayah-anak asal DIY, mengikuti SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 setelah rutin berlari bersama tiga kali sepekan.
JIBI/Solopos/Septian Ade Mahendra Warga mengambil jatah beras untuk rakyat miskin daerah (raskinda) di Kantor Kelurahan Jebres Solo, Kamis (17/4). Di Kelurahan Jebres tersedia 1541 karung raskin dengan harga Rp24.000 untuk 15 kg.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kulonprogo khawatir tidak mampu memenuhi target yang harus disetor ke Bulog Divre DIY untuk program beras daerah (rasda). Penyebabnya, pada musim tanam pertama tahun ini, gapoktan hanya bisa menyetor 1.300 ton.
Sementara, nota kesepahaman yang dibuat pada awal tahun antara Bulog Divre DIY, Pemkab Kulonprogo, dan tujuh gapoktan menyebutkan sampai dengan akhir 2014, suplai yang harus dipenuhi sebanyak 3.400 ton.
Ketua Gapoktan Panca Manunggal Sogan Margiono mengungkapkan suplai beras ke Bulog Divre DIY sudah dilakukan pada musim tanam pertama sebanyak 370-an ton. Jumlah tersebut relatif mendekati jumlah yang disepakati dalam nota kesepahaman, yakni 400 ton per tahun.
Namun ia tidak terlalu yakin suplai beras pada musim tanam kedua dapat menutup kekurangan, mengingat serangan hama dan cuaca yang berakibat pada penurunan produksi padi hingga 40%.
“Biasanya gapoktan juga mengambil beras dari kelompok tani yang berada di sekitarnya, untuk menutupi kekurangan,” jelasnya kepada, Rabu (16/7/2014).
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo Bambang Tri Budi Harsono mengatakan masih akan membahas persoalan tersebut kepada Bulog Divre DIY dan gapoktan yang menandatangani nota kesepahaman.
Ia mengatakan suplai beras selama musim tanam pertama baru mencapai 1.300 ton. “Tetapi kami usahakan akan memenuhi target sebelum Oktober,” tegasnya.
Beberapa waktu lalu, tujuh gapoktan menyatakan sanggup menyuplai beras sebanyak 3.600 ton per tahun kepada Bulog Divre DIY. Hal ini tertuang dalam perjanjian kesanggupan pengadaan beras miskin antara gapoktan dengan Bulog Divre DIY, yang disaksikan Bupati Kulonprogo.
Kesanggupan tiap gapoktan berbeda-beda. Gapoktan Panca Manunggal dari Sogan Wates menyuplai beras 400.000 kilogram per tahun, Gapoktan Makmur Sejahtera dari Kalisoka Tuksono Sentolo memberikan 1.200 ton per tahun, Gapoktan Amongtani dari Kedundang Temon sebesar 300 ton per tahun, Gapoktan Sidomaju dari Cerme Panjatan sejumlah 300 ton per tahun, Gapoktan Sarimulyo dari Kedungsari Pengasih menyuplai 400 ton per tahun, Gapoktan Sumber Makmur dari Srikayangan Sentolo sejumlah 800 ton per tahun, dan Gapoktan Ngestiharjo dari Ngestiharjo Wates menyediakan 200 ton per tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Benny dan Fayyadh, ayah-anak asal DIY, mengikuti SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 setelah rutin berlari bersama tiga kali sepekan.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 16 September 2026 tersedia menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini dengan tarif mulai Rp12.000.
Dugaan beras fortifikasi tak sesuai label ditemukan pemerintah. Harganya mencapai Rp57.000 per kilogram dan diduga rugikan konsumen Rp89 triliun.
Kebakaran hutan pinus di lereng Lawu mengancam satwa liar. Satu anak rusa ditemukan mati, sementara sarang Elang Ular Bido selamat.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 16 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
KPK mengungkap aliran uang Rp1,5 miliar dari bos Summarecon kepada Erwin dalam dugaan pengurusan blokir SHGB dan pemecahan HGB.