Solusi Kemacetan Kentungan, Fly Over atau Underpass?

Jum'at, 22 Agustus 2014 14:20 WIB
Solusi Kemacetan Kentungan, Fly Over atau Underpass?

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO KEMACETAN DI LIBUR PANJANG -- Seorang polisi berkoordinasi saat terjadi kemacetan di jalan Malioboro, saat jalan tersebut digunakan untuk acara parede, Sabtu (7/4). Libur panjang Paskah dimanfaatkan wisatawan domestik untuk mengunjungi sejumlah objek wisata di Jogja, simpul kemacetan juga terjadi di jalan Mataram, jalan Mangkubumi.

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah DIY berencana membangun flyover atau underpass di perempatan Jalan Kaliurang (Kentungan) pada 2016 untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral DIY, Rani Sjamsinarsi mengatakan semua simpang yang menjadi pertemuan jalan lingkar (ring road) dikaji untuk dibangun flyover.

Namun setelah Flyover Jombor dibangun, studi kelayakan penambahan panjang jalan itu diprioritaskan untuk dua perempatan, yakni Gejayan dan Kentungan.

Menurutnya, beban kemacetan di Gejayan memang sudah berlebih. Namun berdasarkan studi kelayakan, pembangunan jalan Kentungan lebih mendesak.

“Baik dari kemudahan infrastrukturnya ataupun pengurangan kepadatan lalu lintas,” ujarnya seusai mengikuti evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi (AKIP) di Hotel Ambarukmo, Kamis(21/8/2014).

Pengembangan jalan di Kentungan bisa berupa flyover atau underpass. Dua kemungkinan itu akan diserahkan kepada Gubernur DIY dan dilanjutkan dengan tahap pada tahun depan.

Mengenai pembangunan fisik di perempatan Kentungan itu, lanjut dia, bisa berupa flyover atau underpass. Dua kemungkinan itu distudi untuk dimintakan rekomendasi pada Gubernur mana yang layak dilanjutkan ke tahap detail engineering design (DED) pada tahun depan. “Underpass lebih menguntungkan karena tidak perlu pembebasan lahan,” katanya.

Menurutnya, proses DED setidaknya memakan waktu satu tahun sehingga pengembangan jalan baru memungkinkan pada 2016. Pendananan proyek tersebut berasal dari Pemerintah Pusat karena  ring road termasuk jalan nasional. Berdasarkan perkiraan awal, proyek fisik itu menelan Rp100miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online