Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Ilustrasi sakit (Dok/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, BANTUL- Ratusan pasien di Bantul dilaporkan terjangkit cacar air. Virus Varicella yang menyebabkan penyakit cacar air ditengarai berkembang pesat saat pergantian musim seperti saat ini.
Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Bantul Pramudi Dharmawan menyatakan, cacar air kini banyak ditemukan di Bantul sejak dua bulan terakhir. Jumlah pasien yang telah terjangkit penyakit ini disebut mencapai ratusan orang.
“Data persisnya ada saya lupa, tapi yang jelas ratusan,” terang Pramudi Dharmawan Jumat (10/10/2014).
Virus tersebut kebanyakan menjangkiti anak-anak. Namun ia memastikan, virus ini tidak ganas alias tidak menyebabkan kematian.
“Paling hanya bopeng pada wajah bekas cacar,” paparnya. Pramudi menengarai, virus Varicella penyebab cacar air berkembang baik saat pergantian musim seperti sekarang dari kemarau menuju musim hujan.
Bila daya tahan tubuh tidak kuat, akan mudah terjangkit virus tersebut. Cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini adalah dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Harus sering mencuci tangan pakai sabun, makan makanan bergizi, berolahraga,” imbuhnya.
Yang terpenting kata dia, orang yang masih sehat jangan kontak langsung dengan pasien cacar karena virus ini sangat mudah menular. Itu sebabnya, anak-anak yang terkena cacar air diminta untuk tidak sekolah hingga sembuh agar tidak menulari orang-orang di sekitarnya.
Kepala Seksi Surveillance Dinas Kesehatan Bantul Widayati menyatakan, cacar air yang disebabkan Virus Varicella tidak ada obat atau vaksinnya. Penyakit ini kata dia bisa sembuh dengan sendirinya. Beberapa hal perlu diperhatikan oleh pasien yang terjangkit cacar air.
Misalnya mengonsumsi obat penurun panas, karena biasanya cacar air menyebabkan demam tinggi. Lalu menjaga kebersihan tempat tinggal.
"Tubuh yang kena cacar jangan dipegang-pegang atau ditempel dengan daun. Sebaiknya menjaga kebersihan lingkungan sekitar," imbuh Widayati. Haria
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Rupiah melemah ke Rp17.717 per dolar AS dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tinggi lebih lama dan sentimen geopolitik global.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif