BANDARA ADISUTJIPTO : Tambah Terminal Senilai Rp23 Miliar

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan area pintu masuk terminal B Bandara Adisutjipto Jogja yang terletak di sisi selatan sebelum jalur pintu masuk Base Ops Lanud. Foto diambil Senin (26/1/2015). (JIBI/Harian Jogja - Sunartono)
30 Januari 2015 13:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Bandara Adisutjipto, kepadatan penumpang yang melebihi kapasitas mendorong AP membangun terminal baru.

Harianjogja.com, SLEMAN - PT Angkasa Pura I Bandar Udara (Bandara) Adisutjipto Jogja membangun terminal baru dengan anggaran Rp23 Miliar. Terminal itu dibangun untuk mengurai kepadatan penumpang yang sudah overload mencapai lima kali lipatnya kuota Bandara tersebut.

Terminal baru itu terletak di sebelah barat berjarak sekitar 100 meter dari terminal lama. Berada di kawasan selatan jalan sebelum pintu masuk Base Ops Lanud Adisutjipto atau di sebelah barat tempat pengoperasian depo bahan bakar di komplek Bandara. Calon terminal lama secara fisik sudah hampir selesai proses pembangunannya. Terminal baru tersebut memiliki luas 6.000 meter persegi dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp23 Miliar.

"Luas terminal baru 6.000 meter persegi, [menghabiskan anggaran] Rp23 M [Miliar]. Rencananya target selesai pada April 2015 mendatang dan langsung beroperasi. Terutama nanti untuk yang [penerbangan] internasional," ungkap General Manager (GM) Bandara Adisutjipto Jogja Kolonel Andi Gunawan Wirson belum lama ini.

Sementara itu General Affair Section Head Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Jogja Edwin Wibowo menambahkan pembangunan terminal baru, secara fisik telah selesai dan mencapai 95%. Sehingga pada Mei 2015 mendatang dapat segera dioperasikan.

"Secara fisik [terminal B] sudah selesai, istilah nama terminal B itu sementara yang dikatakan versi kita saja, tapi nanti tergantung saat diresmikan namanya," jelasnya saat ditemui di kantornya.

Selain pembangunan apron, pada terminal yang kemungkinan diberi nama "Terminal B" ini juga tengah dibangun parking stand pesawat sebanyak dua titik yang mampu menampung dua pesawat komersial. Dengan demikian jika terminal ini sudah beroperasi maka Adisutjipto mampu menampung 10 pesawat komersial dari sebelumnya hanya delapan pesawat.

"Perluasan parkir termasuk apron dalam proses pembangunan, kita akan tambah parking stand pesawat. Kalau pesawat tetap sama karena tergantung panjang landasan, ya tetep sama. [Terminal saat ini] mampu menampung delapan [pesawat], mungkin nanti bisa sampai sepuluh [pesawat]," ungkapnya.

Edwin menegaskan tujuan utama penambahan terminal adalah untuk menampung penumpang yang sudah overload. Sehingga kepadatan penumpang di terminal lama dapat terurai. Menurutnya tidak ada spesifikasi pesawat yang khusus untuk terminal baru. Selain untuk penerbangan internasional, terminal baru itu juga akan menampung penerbangan domestik.

"Tidak [ada perbedaan peruntukan]. Karena ini untuk mengantisipasi [penumpang] overload, jadi tetap dibagi domestik dan internasional, peruntukan sama hanya untuk menambah kapasitas saja. Karena 2014 Jogja mengalahkan Bali dalam wisatawan domestik," urai dia.

Kondisi Adisutjipto Saat Ini

»» Jumlah penumpang di Bandara Adisutjipto Jogja terus meningkat padahal kuota sebenarnya hanya 1,2 Juta penumpang :

Tahun 2012 sebanyak 4,7 Juta orang penumpang.
Tahun 2013 sebanyak 5,3 Juta orang penumpang.
Tahun 2014 sebanyak 6,2 Juta orang penumpang.

»» Terdapat sekitar 14 rute dengan sekitar 140 penerbangan. Untuk mengantisipasi penumpukan, tiap maskapai diberikan kesempatan ground time antara 30 menit hingga 45 menit untuk kemudian diminta segera melanjutkan perjalanan. Untuk memotivasi kecepatan ground time, Bandara memberikan penghargaan bagi maskapai yang tepat waktu.

»» Jam-jam padat di Adisutjipto saat pagi hari sebelum jam kerja. Serta saat sore hari jelang malam. Jam-jam sepi saat siang hari dan jelang tengah malam.

»» Adisutjipto digunakan sebagai latihan Sekbang TNI AU sekitar pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB.