Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap generasi muda untuk berkarya di bidang pertanian
Harianjogja.com, SLEMAN-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian semakin turun setiap tahun. Dia berharap keberhasilan berbagai inovasi diversifikasi pertanian mampu menarik minat generasi muda untuk berkarya di bidang pertanian.
Lahan pertanian di Jogja semakin sempit karena ratusan hektar tanah subur berubah jadi beton setiap tahun. Hal itu berbanding lurus dengan semakin menurunnya minat masyarakat menggantungkan penghasilan di bidang pertanian.
“Pendapatan petani tidak tetap karena harga beras naik-turun. Namun, jika ada tambahan sumber penghasilan, misalnya dari perikanan, itu akan memberikan hasil yang lebih baik bagi petani,” kata Sri Sultan HB X usai menghadiri acara penebaran benih udang galah GI Macro II di Dusun Ngelo, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Kamis (12/3/2015).
Anggapan bertani adalah pekerjaan berat, kotor, dan kurang bergengsi juga dinilai jadi penyebab rendahnya minat generasi muda melirik sektor ini.
“Mungkin karena tingkat pendidikannya sudah lebih baik, orang tua meminta anaknya jadi pegawai, bukan petani seperti dirinya. Namun, jika tahu bahwa sektor pertanian juga prospektif, anak muda bisa jadi tertarik,” ucap Sri Sultan HB X.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa