Resmikan Embung Batara Sriten, Ini Janji Sultan

18 Maret 2015 13:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Gubernur DIY Sri Sultan HB X meresmikan embung Batara Sriten dan menjanjikan perbaikan jalan menuju kawasan tersebut

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Gubernur DIY Sri Sultan HB X berjanji akan memberikan bantuan perbaikan infrastruktur menuju kawasan Embung Batara Sriten di Dusun Sriten, Desa Pilangrejo, Kecamatan Ngilpar.

Namun demikian, sebelum upaya itu dilakukan, Sultan meminta masyarakat berkomitmen untuk mendukung kelancaran pembangunan.

"Akan kami bantu, tapi saya tidak ingin ada masalah saat perbaikan. Jadi, saya minta dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan masyarakat," kata Sultan kepada wartawan, usai meresmikan Embung Batara Sriten, Selasa (17/3/2015).

Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini mengatakan, sarana prasaran kawasan embung tidak semata-mata perbaikan akses jalan. Sebab, selain kondisi yang rusak, aksesnya juga sempit, sehingga butuh pelebaran untuk kelancaran wisatawan.

"Saya sudah lihat sendiri, jalannya sangat sempit. Untuk perbaikan, mau tidak warga tanahnya dikorbankan untuk perluasan. Jangan sampai saat perbaikan dilaksanakan warga minta ganti rugi. Untuk itu, saya meminta warga berembug untuk meminimalisir masalah," ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Sultan, upaya perbaikan bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama perbaikan menggunakan anggaran milik Pemerintah DIY. Namun tidak menutup kemungkinan pembangunannya melibatkan, Corporate Social Responsibility perusahaan di DIY.

"Teknisnya bisa dimusyawarah nanti. Tapi saya berharap keberadaan embung ini dirawat dan benar-benar dimanfaatkan," ujar dia.

Pembangunan Embung Batara Sriten dilaksanakaan bersamaan dengan pembangunan Embung di Gunungpanggung, Tambakromo, Ponjong. Total biaya yang dikeluarkan membangun mebung itu mencapai Rp3 miliar, yang merupakaan dana hibah dari Pemerintah DIY.

“Manfaatnya sangat banyak, mulai dari pertanian hortikultura hingga sektor pariwisata. Saya juga berpesan, embung yang ada jangan sampai ditaruh ikan. Sebab itu bisa mempercepat kerusakan lapisan geo membran,” imbaunya.