Advertisement

Puncak Mudik Tol Jogja-Solo 18 Maret, 17.000 Kendaraan Bakal Melintas

Catur Dwi Janati
Senin, 16 Maret 2026 - 10:57 WIB
Sunartono
Puncak Mudik Tol Jogja-Solo 18 Maret, 17.000 Kendaraan Bakal Melintas Pengendara memasuki Gerbang Tol Purwomartani di ruas Tol Jogja-Solo pada Senin (16/3/2026). - Harian Jogja // Catur Dwi Janati 

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Lonjakan arus lalu lintas di ruas Tol Jogja-Solo diprediksi akan mencapai titik tertingginya pada Rabu, 18 Maret 2026.

PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) selaku pengelola jalan tol telah melakukan pemetaan terhadap pergerakan kendaraan yang diperkirakan mengalami kenaikan signifikan antara 3 hingga 8 persen dibandingkan periode normal pada momentum Lebaran tahun ini.

Advertisement

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ), Rudy Hardiansyah, mengungkapkan bahwa fenomena puncak kepadatan ini akan terbagi dalam dua fase utama, yakni saat arus mudik dan arus balik.

Setelah melewati gelombang mudik di pertengahan Maret, para pengguna jalan tol diharapkan kembali bersiap menghadapi puncak arus balik yang diperkirakan jatuh pada 24 Maret 2026 mendatang.

"Kami prediksikan puncaknya nanti di tanggal 18 Maret. Kemudian nanti arus balik kami prediksi di tanggal 24 Maret," terang Rudy pada Senin (16/3/2026).

Melihat data historis dan tren mobilitas masyarakat, Rudy mengestimasi volume kendaraan pada puncak mudik akan menyentuh angka 17.000 unit. Namun, tekanan trafik yang jauh lebih besar justru diprediksi terjadi pada momen arus balik, di mana jumlah kendaraan yang melintasi Tol Jogja-Solo diperkirakan bakal melonjak hingga mencapai 24.000 unit dalam satu hari.

Meskipun grafik kenaikan mulai menunjukkan tren positif sejak akhir pekan lalu, kondisi lalu lintas secara umum saat ini dinilai masih berada di bawah angka normal.

Hingga Senin pagi, pengelola mencatat adanya peningkatan arus yang terjadi secara bertahap atau sedikit demi sedikit, terutama dari para penglaju yang mulai melakukan perjalanan lebih awal untuk menghindari penumpukan di hari puncak.

Pola pergerakan pemudik di jalur tol ini juga menunjukkan karakteristik waktu yang spesifik, di mana kepadatan biasanya meningkat tajam pada waktu sore hari.

Menurut Rudy, para pelaku perjalanan dari arah barat (Jakarta/Bandung) maupun arah timur (Surabaya) cenderung tiba di wilayah Yogyakarta menjelang waktu berbuka puasa, atau memilih memulai perjalanan sesaat setelah waktu sahur.

"Kalau dari tren yang ada biasanya pemudik itu [masuk] di setelah sore menjelang berbuka atau setelah sahur gitu pagi. Tapi biasanya kalau pemudik dari arah barat atau timur sampai sini di sore, jadi biasanya memang sore agak tinggi," jelasnya.

Terkait pengoperasian fungsional jalan tol Segmen Prambanan-Purwomartani, pihak pengelola menegaskan bahwa jam operasionalnya akan bersifat sangat situasional.

Keputusan untuk membuka jalur hingga malam hari sepenuhnya bergantung pada diskresi pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan dengan mempertimbangkan perkembangan volume kendaraan serta faktor keselamatan di lapangan.

Koordinasi intensif terus dilakukan bersama instansi terkait guna memastikan manajemen lalu lintas di segmen baru ini tetap terkendali tanpa mengabaikan aspek keamanan pengguna jalan.

Dengan sistem koordinasi yang fleksibel ini, diharapkan distribusi kendaraan dapat terbagi merata dan meminimalisir potensi kemacetan di pintu-pintu keluar tol strategis menuju pusat Kota Yogyakarta maupun arah Solo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Menhub Tindak Tegas Truk Pelanggar SKB Lebaran 2026

Menhub Tindak Tegas Truk Pelanggar SKB Lebaran 2026

News
| Senin, 16 Maret 2026, 11:47 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement