Sebulan, Lansia Gunungkidul Curi Belasan Sepeda di Sleman dan Bantul
Residivis berusia 65 tahun ditangkap setelah mencuri belasan sepeda di Sleman dan Bantul. Polisi menyita 14 sepeda serta menangkap penadah.
Pemilik rumah, Mutfiana menceritakan kemunculan fenomena api yang masih terjadi hingga Rabu (3/7/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN — Fenomena kemunculan api misterius di sebuah rumah warga di Kapanewon Seyegan, Sleman, masih menjadi tanda tanya besar. Hingga hari ke-12 sejak pertama kali terjadi, jumlah kemunculan api dilaporkan terus bertambah dan kini mencapai puluhan kali, memicu kekhawatiran warga sekitar.
Pemilik rumah, Mutfiana, mengungkapkan bahwa hingga Rabu (3/6/2026), total kejadian api yang muncul secara tiba-tiba sudah mencapai 87 kali. Angka tersebut terus bertambah hampir setiap hari, bahkan dengan interval waktu yang semakin rapat.
“Total sampai hari ini sudah 87 kali,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.
Api misterius itu disebut muncul tanpa tanda jelas dan langsung membakar berbagai benda di dalam rumah. Mulai dari pakaian, sofa, hingga perabot rumah tangga lainnya menjadi sasaran. Pada kejadian terbaru, sejumlah barang seperti lemari, sandal, rak, hingga buku turut terbakar.
Yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan, kemunculan api pada hari tersebut terjadi dalam waktu berdekatan. Dalam rentang pagi hari saja, api dilaporkan muncul berkali-kali, yakni sekitar pukul 07.45 WIB, 08.35 WIB, 09.05 WIB, 09.12 WIB, hingga 09.50 WIB.
“Terakhir tadi pagi sekitar jam 9.50. Yang terbakar rak, seperti bahan kayu atau serbuk,” jelasnya.
Fenomena ini tidak hanya merusak isi rumah, tetapi juga mulai menunjukkan tanda-tanda meluas ke area sekitar. Mutfiana menyebut api sempat muncul di pekarangan rumah sebelah, meskipun masih di bagian belakang dan belum masuk ke dalam bangunan.
“Sudah mulai ke sebelah, tapi masih di belakang. Semoga tidak sampai masuk rumah,” katanya dengan nada cemas.
Peristiwa ini pun menarik perhatian warga sekitar yang kini semakin waspada. Hingga saat ini, penyebab pasti kemunculan api tersebut belum diketahui. Belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai apakah fenomena ini berkaitan dengan faktor teknis, lingkungan, atau hal lain.
Kondisi ini membuat keluarga pemilik rumah hidup dalam kekhawatiran setiap harinya. Mereka harus terus siaga mengantisipasi kemunculan api yang bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan.
Kasus ini menjadi sorotan karena kejadiannya yang tidak lazim dan berulang dalam waktu singkat. Warga berharap pihak terkait segera melakukan investigasi mendalam agar penyebab fenomena ini bisa terungkap dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis berusia 65 tahun ditangkap setelah mencuri belasan sepeda di Sleman dan Bantul. Polisi menyita 14 sepeda serta menangkap penadah.
Prabowo Subianto menyebut banyak menteri dan kepala badan masuk rumah sakit akibat bekerja keras mengejar target pemerintah.
Pemcam Maratua mengembangkan Goa Halo Tabung sebagai destinasi wisata edukasi geologi yang memadukan keindahan karst dan pelestarian budaya lokal.
Sebanyak 671 keluarga di Desa Galeh, Sragen, mengalami krisis air bersih sejak awal Juli 2026. BPBD mulai menyalurkan bantuan air bersih.
Polisi menangkap pria berinisial SN yang diduga menipu korban Rp100 juta dengan modus menggandakan uang di Banguntapan, Bantul.
Basarnas Kendari mengerahkan KN SAR Pacitan dan 28 personel membantu pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar.