Penjelasan Dinkes Sleman Terkait Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan
Dinkes Sleman merespons laporan dugaan malapraktik RSUD Prambanan ke Polda DIY terkait meninggalnya balita usai menjalani tindakan medis.
Pemilik rumah, Mutfiana menceritakan kemunculan fenomena api yang masih terjadi hingga Rabu (3/7/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN — Fenomena kemunculan api misterius di sebuah rumah warga di Kapanewon Seyegan, Sleman, masih menjadi tanda tanya besar. Hingga hari ke-12 sejak pertama kali terjadi, jumlah kemunculan api dilaporkan terus bertambah dan kini mencapai puluhan kali, memicu kekhawatiran warga sekitar.
Pemilik rumah, Mutfiana, mengungkapkan bahwa hingga Rabu (3/6/2026), total kejadian api yang muncul secara tiba-tiba sudah mencapai 87 kali. Angka tersebut terus bertambah hampir setiap hari, bahkan dengan interval waktu yang semakin rapat.
“Total sampai hari ini sudah 87 kali,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.
Api misterius itu disebut muncul tanpa tanda jelas dan langsung membakar berbagai benda di dalam rumah. Mulai dari pakaian, sofa, hingga perabot rumah tangga lainnya menjadi sasaran. Pada kejadian terbaru, sejumlah barang seperti lemari, sandal, rak, hingga buku turut terbakar.
Yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan, kemunculan api pada hari tersebut terjadi dalam waktu berdekatan. Dalam rentang pagi hari saja, api dilaporkan muncul berkali-kali, yakni sekitar pukul 07.45 WIB, 08.35 WIB, 09.05 WIB, 09.12 WIB, hingga 09.50 WIB.
“Terakhir tadi pagi sekitar jam 9.50. Yang terbakar rak, seperti bahan kayu atau serbuk,” jelasnya.
Fenomena ini tidak hanya merusak isi rumah, tetapi juga mulai menunjukkan tanda-tanda meluas ke area sekitar. Mutfiana menyebut api sempat muncul di pekarangan rumah sebelah, meskipun masih di bagian belakang dan belum masuk ke dalam bangunan.
“Sudah mulai ke sebelah, tapi masih di belakang. Semoga tidak sampai masuk rumah,” katanya dengan nada cemas.
Peristiwa ini pun menarik perhatian warga sekitar yang kini semakin waspada. Hingga saat ini, penyebab pasti kemunculan api tersebut belum diketahui. Belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai apakah fenomena ini berkaitan dengan faktor teknis, lingkungan, atau hal lain.
Kondisi ini membuat keluarga pemilik rumah hidup dalam kekhawatiran setiap harinya. Mereka harus terus siaga mengantisipasi kemunculan api yang bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan.
Kasus ini menjadi sorotan karena kejadiannya yang tidak lazim dan berulang dalam waktu singkat. Warga berharap pihak terkait segera melakukan investigasi mendalam agar penyebab fenomena ini bisa terungkap dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman merespons laporan dugaan malapraktik RSUD Prambanan ke Polda DIY terkait meninggalnya balita usai menjalani tindakan medis.
Kirab Budaya Tresna Pancasila di Malioboro Jogja padat pengunjung, gaungkan nilai Pancasila dan dorong pariwisata.
Haier luncurkan Horizon Collection di Jakarta, hadirkan kulkas premium dengan teknologi pendingin mutakhir dan hemat energi.
BNN ungkap penyelundupan 7,8 kg hasis oleh WNA Rusia di Bali. Penangkapan berlangsung dramatis setelah aksi kejar-kejaran.
Retro Groove 2026 di Sleman hadirkan lagu 80-an dan aksi sosial. Kaset 80an jadi jembatan nostalgia lintas generasi.
Operasi Patuh Progo 2026 digelar di Bantul 8–21 Juni, fokus disiplin lalu lintas dan penindakan pelanggaran berbahaya.