Polisi Dalami Fakta Rumah Api Seyegan, Penyelidikan Masih Berjalan
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo di ruas Tol Jogja–Solo .
Harianjogja.com, SLEMAN — Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo di ruas Tol Jogja–Solo kini tak sekadar proyek infrastruktur, tetapi mulai mengarah menjadi ikon baru yang memadukan konektivitas dan identitas budaya Jogja. Desain gerbang yang mengadopsi siluet Situs Kraton Ratu Boko diproyeksikan menjadi wajah baru pintu masuk kawasan Sleman dari jalur tol.
Saat ini, progres proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya telah memasuki tahap perakitan rangka atap. Struktur tersebut nantinya akan dipasang di atas pilar gerbang yang telah lebih dulu berdiri di area Ramp On dan Ramp Off Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman.
Humas Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menyebut pembangunan fisik gerbang tol sudah mulai terlihat jelas. Tahapan saat ini difokuskan pada penyusunan rangka atap yang menjadi elemen utama pembentuk karakter visual gerbang.
“Rangka atap gerbang untuk akses masuk dan keluar tol sudah mulai dirakit. Setelah itu akan diangkat dan dipasang di atas pilar,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Berbeda dari gerbang tol pada umumnya, Gerbang Tol Trihanggo dirancang membawa narasi budaya lokal. Siluet Kraton Ratu Boko dihadirkan sebagai elemen utama di bagian atap, membentuk profil khas yang menyerupai kompleks bangunan candi bersejarah tersebut.
Pendekatan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas Jogja sebagai daerah berbasis budaya, bahkan hingga pada infrastruktur modern seperti jalan tol. Dengan demikian, gerbang tol tidak hanya berfungsi sebagai akses kendaraan, tetapi juga sebagai simbol visual yang mencerminkan karakter wilayah.
Tak hanya dari sisi bentuk, identitas lokal juga ditampilkan melalui tulisan pada gerbang. Nantinya, nama “Trihanggo” akan ditampilkan dalam dua versi, yakni Aksara Jawa dan huruf Latin. Penempatan tulisan dibuat dua arah atau dua muka, sehingga dapat terbaca oleh pengendara baik yang masuk maupun keluar tol.
Konsep dua muka ini sekaligus mempertegas fungsi gerbang sebagai landmark kawasan. Pengendara dari berbagai arah tetap dapat menikmati tampilan ornamen budaya yang diusung tanpa kehilangan aspek fungsionalnya.
Jika rampung sesuai rencana, Gerbang Tol Trihanggo berpotensi menjadi salah satu titik ikonik baru di DIY, khususnya di Sleman. Keberadaannya tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga membuka peluang pengembangan kawasan sekitar, termasuk sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Dengan semakin berkembangnya infrastruktur Tol Jogja–Solo, kehadiran gerbang dengan sentuhan budaya ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi pengguna jalan. Tidak sekadar melintas, tetapi juga merasakan identitas khas Jogja sejak pertama memasuki kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut pendekatan deep learning dapat meningkatkan minat baca, literasi siswa, dan memperkuat peran perpustakaan sekolah
OJK menghormati putusan MK yang memberi pilihan pembayaran manfaat dana pensiun sukarela secara sekaligus atau berkala sesuai kehendak peserta.
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
Muhammad Tahir resmi berpisah dengan PSS Sleman setelah membantu Super Elja promosi ke Super League musim 2025/2026.
Sigit Mustofa memimpin Warkaban periode 2026–2029 dengan fokus memperkuat organisasi, kolaborasi, dan kontribusi diaspora Bantul bagi masyarakat.