Kematian Balita Usai CT Scan di RSUD Prambanan Dilaporkan ke Polda DIY
Dugaan kelalaian medis di RSUD Prambanan dilaporkan ke Polda DIY setelah seorang balita meninggal dunia usai menjalani CT Scan dan sedasi.
Penghuni Rumah, Mutfiana bercerita tentang keluarganya yang hadapi fenomena api di rumahnya pada Kamis (4/6/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN — Kehidupan keluarga Mutfiana di Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman, mendadak berubah drastis akibat rentetan fenomena kemunculan titik api misterius yang melanda kediaman mereka selama hampir dua pekan terakhir.
Hingga memasuki hari ke-13 sejak awal kemunculannya, rentetan teror jilatan api dilaporkan belum juga berakhir dan terus menghanguskan berbagai benda di dalam bangunan. Berdasarkan rekapitulasi data hingga Kamis (4/6/2026) siang, tercatat sudah ada 97 titik api yang muncul secara tiba-tiba, menyebabkan kerugian material yang diperkirakan menembus angka puluhan juta rupiah.
Dampak destruktif dari fenomena ini rupanya merembet ke sektor mata pencaharian keluarga. Mutfiana, atau yang akrab disapa Fia, mengungkapkan bahwa usaha rumah pemotongan ayam yang dikelola keluarganya kini berada di ambang kelumpuhan. Fasilitas pemotongan unggas yang posisinya berada tepat di sebelah utara rumah utama tersebut mengalami penurunan omzet yang sangat drastis karena para pelanggan didera rasa takut.
Dalam kondisi normal, usaha jasa pemotongan tersebut mampu menghasilkan pendapatan kotor berkisar di angka Rp400.000 per hari. Namun sejak musibah ini terjadi, grafik pemasukan harian mereka anjlok ke titik terendah, bahkan pernah dalam sehari hanya mampu mengantongi uang sebesar Rp8.000.
"Biasanya Rp400.000, misalnya ya. Sekarang Rp8.000 masuk saja udah alhamdulillah. Karena ya pada takut. Kalau, ketika dia lagi menyembelih ayam terus ada api kan mereka [pembeli] pasti juga panik," kata Fia saat ditemui pada Kamis (4/6/2026) sore di Kantor Kapanewon Seyegan.
Lebih parah lagi, Fia mengaku sempat melewati hari tanpa sepeser pun pemasukan yang masuk dari lini bisnisnya tersebut. Secara keseluruhan, ia mengestimasi total kerugian akibat kerusakan barang bawaan dan penurunan omzet usaha katering serta pemotongan ayam mencapai puluhan juta rupiah.
"Kerugiannya omzet pasti menurun, hampir tidak ada. Lalu, barang-barang yang sudah terbakar itu juga termasuk dengan kerugian. Kalau diakumulasikan sekitar Rp40 sampai 70-an juta," ujarnya.
"Sama sekali enggak ada [pemasukan], maksudnya untuk jasa pemotongannya, sama kateringnya juga itu bener-bener enggak masuk. Enggak ada yang masuk, kecuali yang sudah MoU dari awal," tambah Fia.
Selain menghancurkan sendi ekonomi, teror api berkepanjangan ini turut menguras stabilitas fisik para penghuni rumah. Keluarga tersebut terpaksa memangkas waktu istirahat secara ekstrem karena harus terjaga sepanjang malam demi melakukan pengawasan berkala guna memitigasi kemunculan api susulan.
"Terganggu sekali, karena kita semuanya mungkin tidur hanya 3 jam ya. Apalagi adik-adik saya kan masih sekolah. Suami juga kerja, dia kerja pagi pulang sore, sore jaga sampai pagi. Hampir semuanya begitu," keluhnya.
Selama hampir dua pekan dilanda kecemasan, jumlah pesanan ayam berskala besar yang diterima oleh Fia bisa dihitung dengan jari.
"Dari 13 hari ini bisa dihitung jari kalau kita menerima [pesanan] yang lumayan. Maksudnya, bisa menghidupi keluarga sehari itu sudah alhamdulillah," tuturnya.
Guna memutus rantai kejadian aneh ini, Fia menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh instruksi serta rekomendasi dari para tenaga ahli. Ia juga berencana mengombinasikan upaya penanganan mandiri dengan skema permohonan bantuan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.
"Ya diusahakan. Baik dari pribadi, dari nanti dicarikan bagaimana caranya, atau minta bantuan dari Pemkab," ungkapnya.
Saat ini, Fia tidak menuntut banyak hal selain kembalinya kondisi rumah dalam keadaan aman dan terbebas dari ancaman kebakaran.
"Harapannya ini segera selesai. Kalau yang lain-lain mungkin sudah diperhatikan oleh Pemkab," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dugaan kelalaian medis di RSUD Prambanan dilaporkan ke Polda DIY setelah seorang balita meninggal dunia usai menjalani CT Scan dan sedasi.
Timnas Indonesia menghadapi Oman di SUGBK, Jumat malam. Garuda memburu kemenangan pertama atas Oman sejak 1988 sekaligus tambahan poin ranking FIFA.
Tech3 KTM membuka peluang bagi pembalap Moto2 untuk naik ke MotoGP 2027. Strategi ini disiapkan menghadapi era baru mesin 850cc.
Peneliti menemukan WiFi dapat mengenali identitas seseorang tanpa ponsel dengan akurasi 99,5%, memunculkan kekhawatiran baru soal privasi.
Microsoft memutus akses Unit 8200 Israel ke Azure setelah temuan penggunaan cloud untuk pengawasan warga Palestina dan memperketat aturan HAM.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menerima audiensi Yayasan Widya Cahaya Nusantara di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat