Advertisement
PENEMUAN BAYI BANTUL : Pembunuhan Bayi Semakin Sadis
Advertisement
Penemuan bayi Bantul di Sungai Progo menunjukkan pembunuhan bayi semakin sadis
Harianjogja.com, BANTUL-Sumber Daya Manusia (LPPSDM) Aksita Jogja, Lucia Peppy Novianti, mengungkapkan pembunuhan terhadap bayi makin sadis karena dahulu orang membuang bayi ke panti asuhan.
Advertisement
http://jogja.solopos.com/baca/2015/03/27/penemuan-bayi-bantul-janin-ini-dibuang-di-sungai-progo-589016" target="_blank">Bayi mungil berkelami laki-laki itu ditemukan hanyut di Progo yang melintasi Dusun Talkondo, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kamis (26/3/2015) lalu, sekitar pukul 13.00 WIB. Seorang warga, Mardi, 30, menemukan bayi itu mengapung dan berputar-putar di air sungai, saat ia tengah menurunkan getek ke sungai.
Dari sisi psikologi, perempuan atau ibu pembuang bayi saat ini kebanyakan memiliki kemampuan yang rendah dalam menghadapi krisis atau masalah.
Misalnya menghadapi kehamilan tidak diinginkan. Salah satu cara paling cepat mengatasi frustasi itu adalah dengan secepatnya menyingkirkan bayi yang dianggap sebagai masalah.
Cara sadis yang dipilih bisa karena meniru kasus lain. “Bisa meniru dari media karena cara menyingkirkan bayi ya dibuang atau dibunuh. Itu yang dia tahu,” papar Lucia, Jumat (27/3/2015).
Dia menyarankan pendikan seks di kalangan remaja atau masyarakat tidak hanya membahas mengenai kesehatan reproduksi dan norma-norma sosial.
Namun, juga mengajarkan bagaimana mengatasi masalah bila seseorang terlanjur mengalami kehamilan tidak diinginkan.
“Edukasi itu bisa dilakukan di sekolah atau di lembaga seperti puskesmas dan dinas sosial. Mengajarkan bagaimana menghadapi konsekuensi tapi bukan berarti mengajarkan hamil di luar nikah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Harga Minyak Brent Naik Lagi, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- WFH ASN DIY Dimulai, Rabu Dipilih Hindari Efek Libur Panjang
- Nilai TKA SMP Tertinggi di Kulonprogo Bakal Diganjar Laptop dan Sepeda
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di DIY Mulai 9-11 April
- Jadwal KRL Jogja-Solo 9 April 2026, Lengkap dari Tugu
- Viral Keributan di Kotagede Jogja, Polisi Pastikan Berakhir Damai
Advertisement
Advertisement



