Advertisement

Sumbu Filosofi Dijaga, Parkir Bus Dialihkan ke Giwangan

Jumali
Jum'at, 09 Januari 2026 - 07:57 WIB
Jumali
Sumbu Filosofi Dijaga, Parkir Bus Dialihkan ke Giwangan Terminal Giwangan, Jogja. Antara - Luqman Hakim

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja menyiapkan Terminal Giwangan sebagai pusat transit dan parkir bus pariwisata untuk menjaga keberlanjutan Kawasan Sumbu Filosofi warisan dunia UNESCO.

Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan sistem mobilitas dan pariwisata kota, dengan mengalihkan kepadatan kendaraan dari kawasan inti seperti Malioboro dan Tugu Yogyakarta ke titik-titik penyangga.

Advertisement

Sebagai solusi konkret, Pemkot Jogja tengah menyiapkan Tempat Khusus Parkir (TKP) baru serta mengembangkan Terminal Giwangan menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri Haryono, menegaskan bahwa status warisan dunia membawa konsekuensi besar pada tata kelola kota, terutama terkait tekanan lalu lintas. Terminal Giwangan diproyeksikan tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Yogyakarta bagian selatan.

"Penguatan peran terminal ini semakin dimungkinkan setelah Pemerintah Kota mendapatkan hak pengelolaan lahan di sisi selatan, sehingga optimalisasi aset bisa dilakukan secara terintegrasi," ujar Agus dikutip dari laman Pemkot.

Strategi Pengurangan Beban Kendaraan
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menekankan bahwa kebijakan saat ini berfokus pada pengurangan tekanan kendaraan di jantung Sumbu Filosofi. Sebagai contoh, penataan di kawasan Jalan Panembahan Senopati akan diawali dengan membatasi volume bus yang melintas.

Hasto menyoroti pentingnya penyusunan skenario pengalihan yang realistis, baik untuk hari biasa maupun musim puncak liburan (peak season).

"Prinsip pembangunan sistem transportasi dilakukan secara bertahap namun visioner. Kita mulai dari langkah yang bisa segera diimplementasikan sambil menyusun kerangka besar agar tidak menjadi kebijakan yang tambal sulam," jelas Hasto.

Langkah Pemkot Jogja ini mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Muhammad Sani Roychansyah dari Fakultas Teknik UGM menyatakan bahwa kajian pengendalian beban di Sumbu Filosofi sebenarnya telah berlangsung hampir satu dekade.

Menurutnya, pasca-penetapan UNESCO, langkah-langkah pengendalian ini menjadi semakin relevan untuk dipercepat. Melalui transformasi Terminal Giwangan menjadi kawasan TOD dan penataan TKP, Jogja berupaya membangun sistem mobilitas yang lebih tertata, berimbang, dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian warisan dunia untuk generasi mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jembatan Menuju Wisata Colo Ambles, Dua Kendaraan Terseret

Jembatan Menuju Wisata Colo Ambles, Dua Kendaraan Terseret

News
| Jum'at, 09 Januari 2026, 23:17 WIB

Advertisement

Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest

Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest

Wisata
| Jum'at, 09 Januari 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement