Sultan Minta Polisi Menjadi Kekuatan Sipil

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoGubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berbincang dengan Ketua DPRD DIY Yuke Indra Laksana(kiri) dan Kapolda DIY Brigjen Pol. Erwin Triwanto (kanan) seusai penangdatangan nota kesepahaman tentang pendaftaran calon anggota Polri dan aparatur sipil negara Polrsi di Kantor Gubernur DIY, Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (08/05 - 2015). Kerjasama ini menyakngkut proses sekeksi administrasi yang berbasis pada data kependudukan calon anggota Polri.
09 Mei 2015 15:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Sultan Minta Polisi menjadi keukuatan sipil

Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, polisi harus menjadi kekuatan sipil, meski masih mewarisi karekteristik militer terutama dalam seragam, bergerak menurut komando, dan ciri militer lainnya.

Hal itu diungkapkan Sultan dalam penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Polda DIY, Pemda DIY, tentang Seleksi Administrasi Calon Anggota Polri dan Calon Aparatur Sipil Polri di Kepatihan, Jumat (8/5/2015).

Menurut Sultan hubungan interaktif antara polisi dan masyarakat merupakan entry poin polisi untuk menjadi polisi sipil.

“Tapi mestinya penampilan militernya hanya sampai di situ, dan selebihnya ia adalah kekuatan sipil,” katanya.

Untuk mengubah polisi menjadi berwatak sipil, imbuhnya, memang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Sebab tradisi militer sudah melekat dengan Polri selama puluhan tahun.

Sultan mengatakan polisi adalah profesi rumit dan unik. Tak ada profesi yang setiap anggotanya memiliki kewenangan mengambil keputusan segera, bahkan tak dapat ditunda-tunda.

Sementara profesi lain selalu ada ruang waktu untuk berpikir, berencana, bernegosiasi, bahkan berdiskusi sebelum ambil keputusan.

"Gangguan kamtibmas datang tiap waktu tak pernah ada negosiasi. Antara tindakan dan keputusan hanya memakan waktu terbilang detik," kata Sultan.

Kapolda DIY Brigadir Jenderal Polisi, Erwin Triwanto mengatakan polisi merupakan bagian dari masyarakat sipil, dan bukan militer. Ia mengakui sejak awal reformasi perilaku polisi masih semi militer. Apa yang disampaikan Sultan, kata dia, merupakan harapan masyarakat secara umum. "Kami sedikit demi sedikit akan menuju ke polisi sipil," kata Erwin