SABDA RAJA : Gusti Yudho Persilakan Masyarakat Demo, Tapi Jangan Merusak Kraton

HarianJOgja/Gigih M. HanafiPuluhan warga dari jamaah Nahdliyin Mataram melakukan doa serta tahlil di Bangsal Pengapit Ler komplek makam Kotagede, Jogja, Minggu (10 - 5). Kegiatan ini sebagai bentuk keprihatinan mereka terhadap Sabdaraja yang dikeluarkan Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengenai penghapusan gelar Ngabdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah.
11 Mei 2015 21:50 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Sabda raja mengundang berbagai tanggapan. Gusti Yudho mempersilakan masyarakat untuk demo, namun jangan sampai merusak kraton

Harianjogja.com, JOGJA-Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat mempersilahkan masyarakat Jogja berdemo menyampaikan aspirasinya soal Sabda Raja yang dikeluarkan Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Hal itu disampaikan Gusti Yudho-sapaan akrab GBPH Yudhaningrat saat dihubungi Senin (11/5/2015). "Silahkan saja warja Jogja dan warga luar Jogja berdemo asal jangan sampai merusak Kraton," kata dia.

Kemarin siang, Gusti Yudho mengaku kedatangan sejumlah warga Kauman, Jogja yang menyatakan tidak sepakat dengan keputusan Sultan, dan bermaksud melakukan demo. "Kalau sampai merusak Kraton akan berhadapan dengan saya," tegas adik tiri Sultan HB X ini.

Kauman merupakan wilayah basis ormas Muhammadiyah, yang terletak tak jauh dari Kraton. sebagian warga Kauman memang sudah terang-terangan menolak penggantian gelar khalifatullah, dan pengangkatan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun menjadi GKR Mangkubumi, yang disebut-sebut bakal menjadi penerus tahta Kraton.

Sejumlah spanduk bertuliskan "Kembalikan Paugeran, Jogja Tetap Istimewa," juga ditulis atas nama warga Kauman, Jogja.