KELANGKAAN ELPIJI : Harga Melambung, OP Digelar Lagi

Pemilik pangkalan elpiji di Kampung Sukoharjo RT 002/RW 001, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Sri Wahyuningsih, 50, menata tabung elpiji 3 kg dagangannya, Senin (2/3/2015). (Rudi Hartono/JIBI - Solopos)
23 Mei 2015 18:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Kelangkaan elpiji, pelaksanaan OP elpiji 3 kg bakal digelar lagi pekan depan.

Harianjogja.com, JOGJA—Masih tingginya harga liquefied petroleum gas (LPG) alias elpiji ukurang tabung 3 kilogram (kg) di pasaran ‘memaksa’ Pertamina DIY kembali menggelar operasi pasar (OP).

Untuk wilayah Kota Jogja, OP gas tersebut akan digelar mulai Senin (25/5/2015) pekan depan. Untuk
usulan penambahan pangkalan, Pertamina masih melakukan pemetaan.

Marketing Branch Manager Pertamina Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Surakarta, Freddy Anwar menjelaskan OP elpiji tabung 3 kg sebelumnya belum membuahkan hasil.

Harga gas bersubsidi itu masih mahal dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah DIY sebesar Rp15.500 per tabung. Di tingkat pengecer, harga gas bersubsidi tersebut paling tinggi dipatok antara Rp20.000 hingga Rp25.000 per tabung.

“Rencana selanjutnya, OP gas tiga kg akan kami gelar di wilayah Kota Jogja. Pelaksanaannya mulai pekan depan,” kata Freddy kepada Harianjogja.com, Jumat (22/5/2015).

Dia menjelaskan, OP di Jogja akan digelar mulai Senin (25/5/2015) hingga Jumat (29/5/2015). OP akan digelar di 14 kecamatan dengan lokasi di masing-masing kantor kecamatan.

“OP digelar untuk satu hari tiga kecamatan. Setiap kecamatan kami siapkan sebanyak 560 tabung. Kalau ditotal 14 kecamatan, maka selama sepekan kami menyiapkan sebanyak 7.840 tabung,” kata Freddy.

Disinggung soal usulan penambahan pangkalan, Freddy menjawab pihaknya masih berkonsentasi melaksanakan OP. Meski begitu, Pertamina masih melakukan pemetaan untuk melakukan penambahan pangkalan. Pasalnya, panjangnya mata rantai distribusi dari pangkalan ke tingkat pengecer menjadi salah satu penyebab tingginya harga gas bersubsidi itu.

Saat ini, jumlah agen di wilayah DIY sebanyak 43 unit. Sementara, untuk pangkalan tercatat sebanyak 3.498 unit.

“Untuk menekan harga gas bersubsidi memang perlu menambah jumlah pangkalan di DIY. Kami masih
melakukan mapping area. Belum bisa menentukan berapa jumlah pangkalan yang harus ditambah. Saya belum bisa memperkirakan sebelum datanya benar-benar valid," kata Freddy.

Sekadar diketahui, sejumlah daerah di DIY mengusulkan agar Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) menambah jumlah pangkalan gas elpiji 3 kg. Langkah tersebut dilakukan untuk memotong panjangnya distribusi gas melon.

"Kami mengusulkan penambahan pangkalan gas elpiji 3 kg seperti di Prambanan dan Turi," ujar Kepala SDAEM, Purwoko Suryatmanto. Usulan senada disampaikan Pemeritah Kabupatan Bantul dan Pemkot Jogja.

Pada awal Mei OP elpiji 3 kg digelar selama tiga hari yaitu di Kelurahan Sidoarum, Godean, Sleman (6-7 Mei 2015), Sorowajan, Banguntapan, Bantul (6-7 Mei 2015) dan Kalasan, Sleman (7 Mei 2015).

==