PILKADA BANTUL : Incumbent Dituding Gunakan APBD untuk Kampanye

Ilustrasi pemilih memasukkan surat suara ke kotak suara. (Dok/JIBI - Solopos)
23 Mei 2015 22:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Pilkada Bantul diwarnai dengan tudingan penggunaan APBD untuk kampanye.

Harianjogja.com, BANTUL- Calon bupati (cabup) incumbent Sri Surya Widati dituding mendompleng agenda pemerintah yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kepentingan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Tudingan itu disampaikan Masyarakat Transparansi Bantul (MTB) yang selama ini getol mengawal penggunaan anggaran daerah. Pegiat MTB Irwan Suryono mengatakan, sudah berkali-kali cabup incumbent Sri Surya Widati atas nama bupati Bantul mengunjungi masyarakat dengan dalih menjalankan agenda pemerintah yang didanai anggaran daerah. Namun dalam pertemuan itu selalu terselip agenda kampanye.

Modusnya kata dia, panitia acara atau pejabat yang datang bersamanya akan menyampaikan kata-kata dukungan terhadap Sri Surya Widati untuk maju Pilkada. Dukungan itu disampaikan di hadapan orang ramai.

"Contoh paling nyata waktu pertemuan dengan warga di Pantai Depok April lalu, selain itu pertemuan di tempat lain juga sama," papar Irwan Suryono, Jumat (22/5/2015).

Padahal, kegiatan bupati ke masyarakat didanai oleh APBD alias pajak rakyat. Anggaran daerah menurut Irwan haram digunakan untuk kepentingan politik seseorang atau sekelompok orang.

"Kalau bukan agenda pemerintah silahkan, selama agenda itu dibiayai menggunakan uang pribadi," papar
dia.

Di sisi lain ujar dia, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) belum dapat bertindak, karena masa kampanye Pilkada belum dimulai. Hanya yang perlu ditekankan lanjut Irwan adalah penggunaan anggaran daerah tidak sesuai peruntukan. Hal itu tidak terkait dengan aturan kampanye.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Bantul, Purwanto mengatakan, akan berkonsultasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY ihwal aktifitas calon incumbent yang diduga menyalahgunakan anggaran.

"Kami akan konsultasi, dimana pelanggarannya sesuai aturan," papar Purwanto.

Sri Surya Widati enggan berkomentar banyak saat ditanyai seputar tudingan terhadap dirinya. Namun Ida sapaan akrabnya membantah mendompleng agenda pemerintah untuk tujuan kampanye. Acara yang ia hadiri menurutnya sudah teragendakan.

"Ya tidaklah [mendompleng agenda pemerintah], itu memang program Pemda. Dilaksanakan sebelum saya selesai," dalih Ida.

Isteri mantan Bupati Bantul Idham Samawi itu kini tengah menjalani seleksi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk disorongkan sebagai cabup pada Pilkada 9 Desember 2015.