WISATA KULONPROGO : Bedah Pegunungan Menoreh Ditarget Selesai Lima Tahun Lagi

Wisatawan menikmati pemandangan dari Puncak Suroloyo Pegunungan Menoreh Kulonprogo. (JIBI/Harian Jogja - Nina Atmasari)
30 Mei 2015 21:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Wisata Kulonprogo akan dikembangkan di Pegunungan Menoreh. Pengembangan ditarget akan selesai lima tahun lagi

Harianjogja.com, WATES-Program bedah menoreh ditargetkan rampung dalam lima tahun mendatang. Potensi wilayah Kulonprogo bagian utara diharapkan bisa dikembangkan secara optimal demi peningkatan kesejahteraan dan perekonomian rakyat.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki mengatakan bedah menoreh merupakan program percepatan pemerataan pembangunan di Kulonprogo.

“Prioritasnya adalah perbaikan infrastruktur jalan, baik jalan kabupaten, propinsi, desa, maupun jalan lingkungan maupun sarana dan prasarana lain yang mendukung pengembangan potensi Menoreh,” ungkapnya, Jumat (29/5/2015).

Program tersebut sudah berjalan sejak 2013 lalu dengan didanai APBD Kulonprogo dan DIY. Namun, mulai tahun ini bedah menoreh mendapat dukungan dari dana keistimewaan (danais).

“Memang sudah ada perubahan kebijakan sehingga danais bisa untuk pembangunan satu kawasan yang diprioritaskan kabupaten. Kami lalu sepakat fokus ke pengembangan kawasan berbasis wisata,” kata Agus.

Ada dua kawasan yang jadi sasaran, yaitu kawasan Gua Kiskendo-Waduk Sermo-Wates dan Suroloyo-Sendangsono. Dokumen perencanaan, baik detail engineering design (DED) maupun master plan sudah disiapkan.

“Bantuan danais untuk kawasan Gua Kiskendo-Waduk Sermo-Wates sebesar Rp20 miliar, sedangkan kawasan Suroloyo-Sendangsono mencapai Rp12 miliar,” tutur Agus.

Infrastruktur jalan menjadi prioritas karena dinilai akan sangat mendukung pengembangan potensi wisata di perbukitan menoreh. Terlebih banyak obyek wisata baru yang akses jalannya belum memadai.

“Tidak hanya jalan yang menuju dua kawasan itu, melainkan juga obyek wisata lain yang ada di sekitarnya. Ada kemungkinan pelebaran jalan juga agar orang semakin mudah ke sana,” papar Agus.

Saat ini, pengerjaan bedah menoreh baru mencapai 20 persen. Namun, Agus optimis program tersebut bisa selesai lima tahun lagi. Jika akses jalan dan sarana prasana wisata dibuat lebih baik, upaya pemberdayaan masyarakat juga bisa lebih optimal.