HARGA SEMBAKO : Sultan Akui Harga Sembako Jelang Ramadan Sulit Diintervensi

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Rabu, 10 Juni 2015 10:20 WIB
HARGA SEMBAKO : Sultan Akui Harga Sembako Jelang Ramadan Sulit Diintervensi

Seorang pembeli tengah memilih dagangan dilapak pedagang sembako di Pasar tradisional Piyungan. Pada hari pertama berlakunya harga baru BBM, sejumlah harga kebutuhan pokok untuk non-pabrikan sudah mulai berguguran seperti sayuran, daging, telur, beras dan cabai. (JIBI/Harian Jogja/Endro Guntoro)

Harga sembako menjelang bulan Ramadan, diakui Gubernur DIY Sri Sultan HB X, sulit diintervensi

Harianjogja.com, JOGJA-  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X menilai kenaikan harga kebutuhan bahan pokok menjelang bulan Ramadhan sulit diintervensi.

"Saya tidak bisa apa-apa karena harga sembako levelnya nasional. Intervensi harga percuma saja," kata Sultan di Kompleks Kepatihan Jogja, Selasa (9/6/2015).

Sultan mengatakan, jika masyarakat menginginkan harga kebutuhan pokok tidak melambung selama bulan puasa hingga Lebaran, maka perlu menjaga pola konsumsi makanan agar tidak berlebihan.

"Kalau mau, bulan puasa lauknya biasa saja, kalau masyrakat masih seperti itu [berlebihan] perilakunya ya harga naik," kata dia.

Kendati demikian, Pemerintah Pusat maupun daerah juga perlu meyakinkan masyarakat baik penjual maupun pembeli bahwa persediaan kebutuhan pokok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan.

"Yang penting bagaimana pemerintah memberikan pemahaman bahwa logistik mencukupi," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online