GUNUNG RAUNG MELETUS : Penerbangan Jogja-Surabaya Mulai Beroperasi

Ilustrasi Gunung Raung di Jawa Timur. (Kantor Berita Antara)
17 Juli 2015 16:20 WIB Sleman Share :

Gunung Raung meletus mengakibatkan penutupan sejumlah jalur penerbangan. Adapun hari ini, Jogja-Surabaya kembali dibuka.

Harianjogja.com, SLEMAN-Koordinator Bidang Operasi Posko Terpadu Bandara Adisutjipto Rahman mengatakan, kemarin tiga penerbangan dari Jogja-Surabaya ditunda. Sebab Bandara Juanda Surabaya masih diselimuti abu vulkanik. Hal tersebut sebagai imbas dari Gunung Raung Jawa Timur yang saat ini mengalami erupsi.

Pada Jumat (17/7/2015), kabut tebal sempat menyelimuti kawasan Sleman sekitar pukul 06.00 WIB. Namun hal tersebut tidak sampai mengganggu penerbangan di Bandara Adisutjipto.

Penerbangan dari Jogja-Surabaya juga mulai beroperasi kembali setelah kemarin, Kamis (16/7/2015), penerbangan untuk rute tersebut mengalami penundaan.

Pihaknya menjelaskan, tiga penerbangan berasal dari dua maskapai yakni Sriwijaya Air dan Wings Air.

"Pagi ini [Jumat] jam 10.00 WIB, penerbangan sudah lancar lagi," terangnya saat ditemui di posko, Jumat (17/7/2015).

Ia menjelaskan, penundaan penerbangan itu tidak berimbas pada menumpuknya penumpang yang akan berangkat menuju Surabaya. Dari 140 penumpang setiap penerbangan, ada sekitar 30 orang yang kemudian mencabut tiket atau mengundurkan diri.

"Hari ini semua bisa teratasi," katanya lagi.

Berdasarkan pantauan hingga siang ini, kondisi di Bandara Adisudjipto sudah mulai menunjukkan penurunan jumlah penumpang. Baik di pintu kedatangan maupun pintu keberangkatan. Berdasarkan data di posko terpadu Bandara Adisutjipto, puncak arus mudik sudah terjadi pada H-2 atau tepatnya pada Rabu (15/7/2015) lalu.

Pada saat itu penumpang yang datang maupun berangkat dari Bandara Adisutjipto berjumlah 19.262 penumpang. Sementara pada H-1 (Kamis), jumlah penumpang turun menjadi 17.481.

Jika dibandingkan dengan puncak arus mudik tahun lalu, jumlah tersebut mengalami penurunan. Pada tahun kemarin puncak arus mudik yang sama-sama jatuh pada H-2 berjumlah 20.903 sementara tahun ini turun lebih dari seribu penumpang.

Menurut Rahman penurunan jumlah penumpang dikarenakan libur sekolah yang telah berlangsung beberapa minggu sebelum arus mudik. Sehingga dimungkinkan para pemudik sudah pulang ke kampung halamannya sebelum arus mudik tiba.