Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 15 Juni 2026, Cek Jam Berangkatnya
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 15 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
Perampokan Sleman berhasil digagalkan berkat kerja sama warga.
Harianjogja.com, SLEMAN-Agus Purnomo alias pegos, 34, asal Babatan, Purwomartani, Kalasan, Sleman dimassa warga saat melakukan pencurian dengan kekerasan di sebuah kios laundri, Ruko Candi Gebang 2 no 26 Wedomartani, Ngemplak, Kamis (29/7/2015) dinihari.
Tersangka menodongkan pisau ke leher korban, Irna Yuliati, 35, sembari mengancam jika korban berteriak akan dibunuh.
Kapolsek Ngemplak Kompol Triadi Hari menyatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Kondisi kios belum tertutup rapat, korban yang mendengar suara langkah kaki mendekati kios lalu menoleh. Korban sempat bertanya maksud korban datang ke kios tapi justru menodongkan pisau sembari mengambil laptop senilai Rp50 Juta. Korban yang berteriak berhasil ditangkap warga sekitar berjarak 50 meter setelah melarikan diri dari tempat kejadian perkara.
"Tapi saat diperiksa tersangka mengaku mengambil laptop tidak dengan mengancam. Sebelumnya sudah beberapa kali dihukum dalam kasus yang sama pada 2005, 2010 dan 2013," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 15 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, Pemkab Bantul meminta seluruh OPD memperketat penggunaan BBM dan meningkatkan efisiensi operasional.
Sebanyak 13 pendaki ilegal Gunung Semeru diamankan TNBTS dalam operasi pengawasan. Empat pendaki lainnya masih dalam pencarian petugas.
Pergantian Kiswah Ka'bah 1 Muharram menjadi simbol hijrah dan harapan baru umat Islam, disaksikan jutaan jamaah di Masjidil Haram.
Rupiah melemah terhadap dolar AS, DPRD Jogja mendesak Pemkot melindungi UMKM dan memaksimalkan peluang pariwisata Jogja.
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.