Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Foto ilustrasi Gunung Merapi (Gigih M. Hanafi)
Gunung Merapi mengeluarkan guguran ke arah barat daya.
Harianjogja.com, JOGJA-Balai Pengembangan dan Penelitian Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY membenarkan telah terjadi guguran material dari puncak Gunung Merapi, Selasa (11/8/2015) pagi, sekitar pukul 07.42 WIB. Namun, guguran material Merapi itu tidak membahayakan.
"Guguran biasa karena faktor iklim panas, cuaca kering sehingga material mudah berguguran," kata Kepala Seksi Gunung Merapi, BPPTKG DIY, Kusdaryanto, saat dihubungi, Selasa (11/8/2015) sore.
Kusdaryanto mengatakan material Merapi yang berguguran itu kecil jaraknya mencapai 900 meter ke arah barat daya, di hulu Kali Lamat. Peristiwa itu, kata dia, tidak ada hubungannya dengan kondisi Merapi.
Menurutnya, saat musim panas, batu-batu material Merapi mudah rapuh, "Sehingga terjadi guguran," ujar Kusdaryanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
PVMBG memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau setelah erupsi menerus 25 jam. Statusnya masih Level III atau Siaga.
PP Perbasi mengumumkan 12 pemain Timnas Basket Putra Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk dua pemain naturalisasi.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke lima provinsi. Warga diminta tenang dan menghindari radius 3 km dari pusat erupsi.
Bakom meminta masyarakat merujuk informasi resmi pemerintah terkait erupsi Gunung Anak Krakatau dan tidak menyebarkan isu tsunami.