TANAH LONGSOR KULONPROGO : Hadiri Pemakaman Korban Longsor, Wabup Sebut Kadus Nglinggo Timur sebagai "Pahlawan"

Seorang pengendara sepeda motor melintasi jalan yang menjadi lokasi longsor di wilayah Dusun Nglinggo Timur, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, Rabu (3/2/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI - Harian Jogja)
04 Februari 2016 11:19 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Tanah longsor Kulonprogo menimbulkan korban jiwa

Harianjogja.com, KULONPROGO-Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo menghadiri upacara pemakaman Tukijo, korban longsor di Dusun Nglinggo Timur, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, Rabu (3/2/2016).

Usai menyampaikan bela sungkawa kepada istri korban, Sutedjo menyerahkan sumbangan uang duka dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulonnprogo.

Tukijo menyatakan ikut berduka atas meninggalnya Tukijo yang juga merupakan kepala dusun setempat. Menurutnya, Tukijo pantas disebut pahlawan karena wafat saat menjalankan tugas memimpin masyarakat menanggulangi bencana alam.

Sepulang dari pemakaman Tukijo, Sutedjo menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates untuk menjenguk Rebin, korban longsor Nglinggo Timur lain yang mengalami luka berat. Dia pun menyampaikan santunan dari BAZNAS Kulonprogo kepada Rebin.

“Semoga lekas sembuh dan segera pulih dari rasa sakit,” ujar Sutedjo, seperti yang dirilis Humas Setda Kulonprogo, Rabu.

Longsor Nglinggo Timur awalnya terjadi pada Selasa (2/2/2016) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Puluhan warga kemudian menggelar kerja bakti untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan pada Rabu pagi, mulai pukul 07.00 WIB. Ketika mereka masih berusaha memperbaiki drainase di tepi jalan, longsor susulan tiba-tiba datang pada sekitar pukul 08.30 WIB.

Tukijo, Rebin, dan satu korban lain bernama Wagiran tidak sempat menyelamatkan diri sehingga tertimbun longsor. Wagiran sendiri diketahui hanya mengalami luka ringan berupa lecet di kaki kiri karena cuma terkubur bagian kaki hingga pinggang.

Rebin mengaku sedang berada di dekat Tukijo saat longsor susulan terjadi. “Saat terkena longsoran, saya menimpa angkong sehingga masih bisa bernapas sampai ada pertolongan,” kata Rebin.