MIRAS OPLOSAN : Distributor Kecil Produksi Miras Sendiri & Terima Kiriman

Petugas Satreskrim Polres Sleman melakukan olah TKP di rumah tersangka peracik miras di Jalan Adisutjipto, Dusun Ambarukmo RT10/RW 04 Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu (7/2/2016). (Sunartono/JIBI - Harian Jogja)
09 Februari 2016 06:22 WIB Bhekti Suryani Sleman Share :

Miras oplosan masih dalam penyelidikan.

Harianjogja.com, BANTUL- Kepolisian Bantul menggelar razia minuman keras (miras) dengan target produsen dan distributor kecil hingga besar.

Dari pantauan petugas, ratusan botol miras bermerk secara berkala diedarkan ke Bantul dan diangkut melalui mobil box. Miras ilegal itu diedarkan ke pedagang-pedagang kecil. Sedangkan miras tradisional seperti ciu dan arak oplosan menurutnya lebih banyak diproduksi oleh produsen rumah tangga.

Kepala Polsek Banguntapan Komisari Polisi (Kompol) Suharno  belum dapat menyebut berapa titik produsen rumah tangga di Banguntapan yang memproduksi miras oplosan. Namun petugas kepolisian kata dia kini telah disebar ke berbagai wilayah menyelidiki lokasi produksi dan peredaran miras tesebut.

Terpisah, Kepala Polres Bantul Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dadiyo mengatakan, razia miras besar-besaran tidak hanya dilaksanakan jajaran Polsek melainkan juga Polres.

"Sudah dilaksanakan sejak beberapa hari lalu," terang Dadiyo.

Sementara itu, Polsek Banguntapan kini turut menyelidiki tewasnya dua mahasiswi di Dusun Karangjambe, Banguntapan, Bantul akibat menenggak miras oplosan.

Tersangka penjual miras oplosan itu diduga pelaku yang kini telah ditahan Polda DIY. Dia adalah Sasongko, warga Caturtunggal, Depok, Sleman, peracik miras oplosan menggunakan bahan-bahan diantaranya etanol dan sari buah.

Miras racikan Sasongko diketahui telah menwaskan 13 orang. Dua mahasiswi yang tewas di sebuah kamar kos tersebut diduga membeli miras yang sama.

"Kami mencurigai penjualnya itu Sasongko. Karena ciri-ciri miras dan ciri-ciri kematian korban dengan korban lainnya di tempat lain di Jogja juga sama," lanjut Suharno.