STOK DARA PMI JOGJA : Permintaan Trombosit Meningkat, Persediaan Masih Aman

Ilustrasi transfusi darah oleh donor darah sukarela PMI (JIBI/Solopos - Dok.)
10 Februari 2016 17:54 WIB Jogja Share :

Stok darah PMI Jogja untuk jenis trombosit dipastikan aman

Harianjogja.com, JOGJA – PMI Kota Jogja mencatat peningkatan permintaan trombosit sebesar 25% Januari 2016. Mewabahnya Demam Berdarah Dengue (DBD) disinyalir menjadi penyebab lonjakan permintaan trombosit.

Ketua PMI Kota Jogja, Lilik Kurniawan Selasa (9/2/2016) mengaku belum merekap secara rinci data permintaan trombosit untuk wilayah kota Jogja hingga Januari lalu. Namun dia memastikan ada peningkatan permintaan transfusi trombosit untuk meyelamatkan pasien DBD.

“Kami perkirakan ada kenaikan permintaan trombosit 25 persen dibandingkan Desember lalu,” ujar Lilik.

Pengurangan jumlah trombosit, sel darah yang membantu proses pembekuan darah pada luka, adalah salah satu indikasi yang terjadi pada penderita DBD. Bila tidak segera ditangani, kadar trombosit dalam darah yang terus menurun dan menyebabkan pendarahan baik di dalam maupun luar tubuh.

Rendahnya trombosit pula yang menyebabkan pasien DBD yang sudah parah mengalami muntah darah, mimisan maupun bintik-bintik merah di kulit. Bagi yang sudah parah, transfusi trombosit menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kadar trombosit dalam tubuh pasien.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, Januari lalu terjadi lonjakan pasien penderita DBD sebanyak 44 orang di Kota Jogja. Di Kabupaten lain di DIY kondisinya serupa. Secara keseluruhan terdapat 243 kasus DBD yang terjadi di seluruh wilayah DIY.

Meskipun begitu, Lilik mengatakan sampai saat ini PMI Kota Jogja masih memiliki stok trombosit yang memadai. Sejauh ini mereka bahkan masih mampu menyuplai kelebihan stok darah ke luar daerah untuk membantu wilayah yang mengalami kekurangan pasokan darah.

“Tenang saja, di PMI Jogja stoknya selalu ada,” ungkap dia.